RADAR BOGOR, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melakukan penataan kawasan Puncak, sebagai upaya pengembangan wisata berkelanjutan dengan mengedepankan identitas budaya lokal Kabupaten Bogor.
PJ Bupati Bogor, Asmawa Tosepu mengatakan, penataan kawasan Puncak, selain difokuskan pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana juga memaksimalkan peran pelaku seni dan budaya yang ada di sana.
Sebab itu, Asmawa menekankan pentingnya menjadikan kawasan Puncak sebagai identitas lokal, baik aspek visual maupun kegiatan budaya di destinasi wisata unggulan.
"Penataan kawasan Puncak menyentuh semua aspek, mulai dari penataan lahan, pelibatan masyarakat lokal, hingga pengembangan wisata berkelanjutan. Kami juga fokus menata akses dan memaksimalkan potensi wisata," ujar Asmawa Tosepu kepada Radar Bogor, Jumat (13/9/24).
Oleh karena itu, kata dia, Pemkab Bogor akan mengintegrasikan unsur budaya ke dalam pengembangan wisata Puncak.
Selain itu, Pj Bupati Bogor juga telah menginstruksikan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor untuk memastikan budaya lokal menjadi bagian dari kawasan tersebut.
"Kami akan melibatkan para pelaku seni, ekonomi kreatif, dan kelompok masyarakat sadar wisata (Pokdarwis) untuk berkolaborasi dalam mempromosikan budaya lokal," tutupnya.
Sedangkan, Kepala Disbudpar Kabupaten Bogor Yudi Santosa menjelaskan bahwa konsep penataan kawasan Puncak akan menggunakan pendekatan budaya.
Dengan tema 'Wonderful Puncak' sejumlah acara besar akan diadakan untuk mempromosikan seni dan budaya lokal.
"Wonderful Puncak adalah kolaborasi antara sektor pariwisata, seni, budaya, ekonomi kreatif, dan UMKM. Kami telah menyiapkan beberapa acara seperti Harmony of Bogor, Puncak Fashion Week & West Java Folklore, Santap Mantap, Festival Tari Bogor, Flashmob Pencak Silat, hingga Puncak Art Passion & Creative Market," kata Yudi.
Dilanjut, Puncak Fest 2024 akan menjadi penutup rangkaian acara di akhir tahun, sebagai wujud komitmen bersama dalam membangun kebanggaan terhadap Kabupaten Bogor.
"Kami ingin menonjolkan identitas Kabupaten Bogor, khususnya di Kawasan Puncak yang merupakan Kawasan Strategis Nasional. Ini adalah langkah penting untuk menciptakan kebanggaan bersama," pungkasnya.
Diketahui sejak memimpin, Asmawa Tosepu telah merelokasi 525 pedagang liar dari sepanjang jalur menuju Rest Area Puncak, sebagai bagian dari upaya penertiban kawasan.
Tahap pertama penertiban melibatkan pembongkaran 329 bangunan di sepanjang jalur Puncak, mulai dari Gantole hingga Rest Area Gunung Mas, termasuk bangunan di sekitar Simpang Taman Safari Indonesia.
Rest Area Gunung Mas Puncak, yang dibangun di atas lahan seluas 7 hektar milik PT Perkebunan Nusantara, kini mampu menampung 516 kios.
Terdiri dari 100 kios untuk pedagang sayur dan buah, serta 416 kios untuk pedagang oleh-oleh dan makanan ringan, masing-masing kios memiliki luas 11 meter persegi.(cr2)
Editor : Alpin.