RADAR BOGOR - Huntap (Hunian tetap) korban bencana alam di dekat tambang emas Antam, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor nampak sepi Selasa (17/9/2024).
Hanya beberapa warga Desa Bantarkaret yang terlihat beraktivitas. Kebanyakan wanita. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah.
Warga yang tinggal di huntap Bantarkaret itu merupakan warga korban bencana longsor dan pergerakan tanah di Kampung Gunung Dahu. Bencana itu terjadi pada awal Januari 2020.
Mereka menunggu tiga tahun lebih untuk pindah ke huntap. Sehabis lebaran Idul Fitri 1445 Hijriyah lalu.
Salah satunya adalah Yuni warga huntap. "Pindah ke sini setelah lebaran kemarin," katanya kepada Radar Bogor Selasa (17/9/2024).
Kondisi huntap sendiri sejatinya belum semua unit layak huni. Banyak unit yang sudah diserahterimakan, masih kosong.
Salah satunya unit di paling ujung. Ada lima unit rumah huntap terbangun di sana dan masih belum dihuni.
Kondisi hunian itu belum di cat. Masih dalam bentuk bata hebel. Kondisi lantai pun masih kasar. Fasilitas jalan lingkungan pun masih berbentuk tanah juga batu. Belum dibeton.
Kondisi penerangan umum pun belum terpasang. Saat malam hari hanya mengandalkan lampu teras rumah masing-masing.
Krisis air di tengah sumber air melimpah
Penghuni Huntap di Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor juga dilanda krisis air. Sumur air yang dibuat pemerintah tak mencukupi kebutuhan air penguji huntap.
"Kalau air dari sumur yang di buat itu kurang, kadang banyak yang gak kebagian," kata Yuni.
Untuk itu ada beberapa warga yang mengali sumur sendiri untuk memenuhi kebutuhan air bersih di huntap tersebut.
"Jadi sumber air bagus, dua meter menggali, sudah ada airnya. Ada beberapa warga yang gali sumur sendiri," tukasnya. (all)
Editor : Yosep Awaludin