RADAR BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor saat ini tengah gencar untuk menangani percepatan penurunan kasus stunting yang ada di bumi Tegar Beriman.
Pasalnya saat ini, kasus stunting yang ada di bumi Tegar Beriman, berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, hal itu juga diaminkan oleh Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Suryanto Putra.
“Berdasarkan laporan dari provinsi bahwa kasus stunting kita adalah 27,6 jika dibandingkan dengan kabupaten kota di Jabar saja kita diperingkat 26 cuma cukup memprihatinkan,” ucap Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Suryanto Putra.
Oleh karenanya, saat ini, kata Suryanto Putra, pihaknya sedang melakukan berbagai macam cara untuk mengitervensi penurunan angka stunting tersebut.
Salah satu cara yang dilakukan oleh Pemkab Bogor untuk mengintervensi percepatan penurunan stunting, yakni dengan menggandeng sejumlah kampus-kampus untuk ikut terlibat dalam penanganan tersebut.
Adapun untuk teknisnya, Suryanto Putra menjelaskan, nantinya beberapa kampus yang ada di Bogor, Jakarta, hinga Depok disediakan lahan oleh Pemkab untuk melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Tentu, lahan yang disediakan oleh Pemkab Bogor sendiri, adalah wilayah-wilayah yang memang masih memiliki jumlah kasus stunting tinggi.
“Kita juga mengarahkan mereka agar nnti yg kkn nya itu tematik (fokus pada penanganan stunting), hal itu dilakukan untuk membantu kita,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Suryanto Putra juga mengaku pihaknya sudah berkomunikasi dengan beberapa kampus untuk melakukan suatu kajian atau penelitian terkait cara-cara pengananan serta percepatan stunting, terkhusu di Kabupaten Bogor.
“Mereka punya kajian khusus untuk stunting dan bebeapa sering dilibatkan oleh Kemenkes dalam pengumpulan data data,” jelasnya.
PJ Sekda Kabupaten Bogor itu mengakui, untuk menangani penurunan angka stunting di bumi Tegar Beriman ini, pihaknya tidak bisa jalan sendirian, sehingga perlu keterlibatan aktif dari berbagai pihak.
Apalagi, lanjut Suryanto, Pemerintah pusat saat ini, memiliki cita-cita besar yaitu tewujudnya Indonesia Emas 2045.
Sehingga dia menyebut, kesehatan generasi penerus menjadi salah indikator dari tercapainya cita-cita tersebut.
“Bagaimana kita mau mendapatkan SDM yang unggul. Indonesia emas 20245 ga akan bisa tercapai kalo SDM kita tidak memenuhi standar,” pungkasnya (Cr1)
Adapun sejumlah kampus yang diketahui bakal bekerja sama dengan Pemkab Bogor dalam menangani percepatan kasus stunting tersebut, di antaranya :
IPB, UIN Syahid Jakarta, UIKA, Unpak, Unida, Universitas Pancasila, Universitas Nusa Bangsa, IUQI, STAI Al Hidayah.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga