RADAR BOGOR - Tim Racing Committe Sirkuit Sentul mengadakan lomba otomotif akhir pekan lalu. Hadir para dokter medis dalam industri motorsport indonesia.
Perwakilan Tim Racing Committe Sirkuit Sentul, Ario Danu (fast doctor) mengatakan kegiatan tersebut untuk menyatukan kebersamaan para dokter dokter terbaik di industri otomotif Indonesia.
Mereka memiliki peran penting dalam penyelenggara kegiatan otomotif nasional. Pastinya juga memahami fungsi peranan peralatanan keselamatan dalam kejuaraan balap di Indonesia.
"Tak hanya sebagai pelengkap melainkan juga di gunakan untuk mengurangi cidera fatal sesuai regulasi FIA badan otomotif dunia dan IMI (ikatan motor Indonesia)," ungkap Danu.
Ditiap hajatan kejuaraan balap baik roda dua (motor) dan roda empat (mobil), selaku promotor kegiatan wajib ada fasilitas medis yang memadai.
Baik dari sisi dokter, perawat juga armada ambulance. Perlengkapan P3K Plus juga wajib harus ada dengan regulasi tahun berjalan atau tidak boleh digunakan kalau expired date.
Selain Danu, hadir antara lain, dr Steven Antonis (cmo : chief medical officer), dr Kiswenda Evodia, dr Tina Agustina, dr Nelson, dr Rani, Bambang Feriyanto (safety car), Taufik, Rozak, Supri, Heni Mutiara (perawat), Budi (race control), Yulius Pasha. (mer)
Editor : Yosep Awaludin