Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sukses Hilangkan Kawasan Kumuh, Program Gerobak Sae Pisan Diganjar Penghargaan oleh LAN

Yosep Awaludin • Jumat, 20 September 2024 | 07:52 WIB
Juniarti Estiningsih, Kepala Disperumkim Kota Bogor saat menerima penghargaan dari LAN berkat Program Gerobak Sae Pisan.
Juniarti Estiningsih, Kepala Disperumkim Kota Bogor saat menerima penghargaan dari LAN berkat Program Gerobak Sae Pisan.

RADAR BOGOR - Program Gerobak Sae Pisan (Gerakan Bogor Bebas Kumuh Strategi Akselerasi Pemukiman Indah Sehat Aman Nyaman) yang digagas Juniarti Estiningsih, Kepala Disperumkim Kota Bogor, meraih peringkat pertama dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan 6.

Program ini ternyata mengungguli 64 program lainnya di seluruh Indonesia. Juniarti Estiningsih, atau biasa disapa Esti, juga menerima piagam penghargaan dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) atas program Gerobak Sae Pisan.

Berlokasi di Gedung BPSDM Jawa Barat, Jumat (6/9/2024), Esti menerima penghargaan dari LAN berkat Program Gerobak Sae Pisan.

Esti menjelaskan bahwa program Gerobak Sae Pisan adalah inisiatif Disperumkim Kota Bogor yang bertujuan untuk mengurangi area permukiman kumuh di kota tersebut.

Menurut mantan Camat Bogor Barat, program ini tidak hanya berusaha menyelesaikan masalah permukiman kumuh tetapi juga ingin meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.

Di lokasi uji coba proyek adalah di Mantarena Area, RW02, Kelurahan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah. Menurut Esti, masyarakat setempat dapat meningkatkan pendapatan mereka dengan menggunakan Gerobak Sae Pisan, yang menjual berbagai macam makanan dan minuman.

Menawarkan berbagai jenis makanan dan minuman yang lezat dan unik, restoran kerek dan jajanan tepi sungai menjadi salah satu daya tarik utama program ini.

"Dengan demikian, program Gerobak Sae Pisan tidak hanya membantu meningkatkan ekonomi masyarakat, tetapi juga mengajarkan orang-orang tentang kuliner lokal," tuturnya.

Program ini berbeda dari inisiatif penanganan kumuh sebelumnya, kata Esti. Langkah penanganannya mencakup pembedayaan sosial dan ekonomi masyarakat karena ada komponen kolaborasi pentahelix.

Untuk mempercepat penanganan kumuhnya, Disperumkim melibatkan 18 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dunia usaha, masyarakat, akademisi, dan media massa.

Selain itu, Esti menyatakan bahwa dia senang dan berterima kasih atas penghargaan tersebut. Selain itu, program Gerobak Sae Pisan berhasil menempati peringkat pertama di seluruh negeri tanpa diduga.

"Saya tidak percaya karena saya melihat banyak program yang bagus dan inovatif juga. Persaingan sangat kompetitif, dan syukurlah program Pemkot Bogor menjadi juara pertama," tuturnya.

Dia terus mengatakan bahwa program Gerobak Sae Pisan membantu ekonomi masyarakat dan membantu mencegah kumuh kembali terjadi di kemudian hari.

Tak lupa, Esti mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang membantunya menjalankan program tersebut.

"Ke depan, kami akan mereplikasi program ini di 103 lokasi kawasan kumuh yang tersebar di 57 Kelurahan di Kota Bogor. Selanjutnya, kami akan melakukan kontrol dan evaluasi program Gerobak Sae Pisan melalui aplikasi SIPRANATA," ungkapnya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #Disperumkim #Gerobak Sae Pisan