Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Diabetes Bikin Luka di Kaki Sulit Sembuh, Warga Bogor Harus Tahu Ini Penyebab dan Cara Pencegahannya

Reka Faturachman • Jumat, 20 September 2024 | 13:44 WIB
Podcast Kesehatan (Podkes) di YouTube RSUD Bogor Daily yang membahas tentang diabetes
Podcast Kesehatan (Podkes) di YouTube RSUD Bogor Daily yang membahas tentang diabetes

RADAR BOGOR - Diabetes menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Penyakit yang sering juga disebut silent killer ini dapat berkomplikasi pada banyak kasus lain.

Salah satunya pada masalah di organ kaki. Kondisi diabetes membuat luka di kaki lebih sulit untuk disembuhkan. Bahkan jika dibiarkan berlarut-larut dapat mendorong kondisi kaki kian memburuk hingga mesti diamputasi.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam di RSUD Kota Bogor, dr. lqbal Ichsantyadi Awang membenarkan hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa diabetes dapat menimbulkan komplikasi kronik pada pasien.

Salah satunya komplikasi kronik neuropati yang menyebabkan gangguan saraf tepi pada pasien diabetes. Terutama pasien yang gula darahnya tidak terkontrol selama 1 tahun.

"Gangguan ini bisa menyebabkan gangguan saraf pada otonomnya, motorik, sensorik maupun ketiganya," ujar Iqbal dalam Podcast Kesehatan (Podkes) di YouTube RSUD Bogor Daily.

Jika gangguan terjadi pada bagian otonom maka dapat menyebabkan kulit kaki menjadi kering, gampang pecah, hingga luka. Kemudian pada sensorik dapat menimbulkan rasa kebas atau mati rasa pada kaki.

Sementara pada motorik membuat otot menjadi tidak seimbang yang berdampak pada berubahnya struktur kaki dan membuat tekanan pada kaki lebih keras sehingga rentan terjadi luka.

Hal ini diperburuk dengan gangguan pada makro vaskularnya yakni terjadi penyakit arteri periffer yang mendorong adanya sumbatan aliran darah menuju tungkai.

"Kondisi ini membuat arteri tidak bisa menyampaikan darah dengan baik sehingga proses penyembuhan berjalan dengan sulit. Lantaran nutrisi dan obat tidak sampai pada bagian luka," jelas Iqbal.

Terdapat beberapa tanda yang menunjukkan kondisi kaki diabetes semakin memburuk. Di antaranya terasa nyeri, membiru hingga menghitam, tedasa dingin, terdapat infeksi, pasien mengalami demam, hingga selalu merasa lemas dan sering mengantuk.

Untuk mencegah kondisi semakin memburuk, Iqbal menyarankan pasien untuk segera mengendalikan gula darah dan komplikasi yang terjadi pada tubuhnya.

Terkhusus pada bagian kaki ia mendorong pasien diabetes sering membersihkan dan mengeringkan kakinya dengan baik. Agar tidak menumbuhkan jamur dan mencegah infeksi yabg berpotensi menimbulkan luka.

"Jaga kelembaban kaki dengan mengenakan lotion pelembab. Serta memilih alas kaki yang memiliki sol yang tepat untuk mengurangi tekanan pada kaki," bebernya.

Dokter Spesialis Bedah RSUD Kota Bogor, dr. Budhi Arifin Noor, mendorong pasien diabetes untuk segera mengobati luka yang mereka derita ke dokter.

"Dimana pun lukanys segera ke dokter untuk dilakukan evaluasi, penilaian luka apakah tingkat ringan, sedang atau berat, dari sana akan diputuskan penanganannya seperti apa," ujar Budhi. (fat)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #diabetes #penyakit