RADAR BOGOR - Pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) pedagang Pasar Merdeka saat ini masih dikebut. TPS yang dibangun sejak akhir Agustus ini ditarget rampung September ini.
Hal itu diungkapkan Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Pakuan Jaya Jenal Abidin. Ia menyebut, saat ini progres TPS Pasar Merdeka mencapai 70 persen. Pembangunan akan selesai pada akhir September mendatang.
"TPS Pasar Merdeka masih dalam proses pengerjaan sekitar 70-an persen. Mudah-mudahan akhir September selesai," katanya, Jumat (20/9/2024).
Ia menyebut setelah perhitungan ulang ada tambahan jumlah lapak di TPS itu. Sampai saat ini total akan ada 350an lapak pedagang yang akan dibangun. "Data yg hasil verifikasi total 350 terdiri dari los dan kios untuk pedagang," sebutnya.
Saat ini hanya pedagang eksisting Pasar Merdeka yang akan menempati TPS. Jenal menyebut belum ada pembahasan tentang PKL dan pedagang lain untuk ikut masuk di TPS tersebut. "Itu (relokasi PKL) diluar kewenangan PPJ," ujarnya.
TPS ini sendiri akan dibangun oleh investor yaitu PT FAM dan berlokasi di lahan parkir Pasar Merdeka. TPS itu dibuat dari dinding triplek, dan atapnya menggunakan baja ringan.
"Jadi pedagang di depan dengan pedagang di dalam itu nanti pindah dulu keluar semua. Masuk ke dalam TPS secara gratis," jelasnya.
Lebih jauh, untuk pembangunan Pasar Merdeka sendiri akan dimulai setelah semua pedagang masuk ke TPS. Pasar akan dibangun juga oleh PT FAM dengan target pembangunan satu tahun setengah.
"Ketika TPS selesai baru para pedagang dipindah ke TPS baru dilanjutkan pembangunan Pasar Merdeka," bebernya.
Anggaran yang dibutuhkan untuk revitalisasi disebut mencapai Rp50 miliar. Revitalisasi pasar ini diprediksi selesai pada 2026 nanti. "Anggarannya Rp.50 miliar, dan dalam 1,5 tahun mudah-mudahan," ungkapnya.
Bagian Operasional PT FAM, Wili menjelaskan fasilitas yang dimiliki TPS Pasar Merdeka ini disebut cukup lengkap. Mulai dari toilet, air, listrik, sampai tempat loading kendaraan disediakan.
"Kami juga membangun kantor di sini untuk mempermudah koordinasi dengan pedagang," ujarnya. (rp1)
Editor : Yosep Awaludin