Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bunda Warga Bogor yang Tengah Hamil Tua, Hindari 7 Aktivitas Ini Ya. Dampaknya Bisa Fatal!

Yosep Awaludin • Senin, 23 September 2024 | 11:38 WIB
Ilustrasi ibu hamil menebak jenis kelamin bayi
Ilustrasi ibu hamil menebak jenis kelamin bayi

RADAR BOGOR—Komplikasi seperti preeklamsia, persalinan prematur, atau gangguan plasenta dapat muncul saat hamil tua atau pada trimester ketiga kehamilan.

Ibu hamil harus berhati-hati dan menghindari aktivitas yang dapat membahayakan kehamilan mereka agar tetap sehat hingga persalinan.

Hamil tua adalah periode kehamilan terakhir yang berlangsung dari minggu ke-29 sejak hari HPHT hingga hari persalinan.

Ibu hamil biasanya mengalami kelelahan, nyeri punggung, kontraksi palsu, sering buang air kecil, dan sesak napas saat hamil tua.

Dengan memperbanyak waktu istirahat, mengonsumsi makanan bergizi, dan berolahraga ringan, berbagai masalah hamil tua dapat diatasi.

Ibu hamil juga tidak boleh lupa untuk terus memastikan bahwa janinnya sehat dan proses persalinan berjalan lancar.

Salah satu cara untuk memastikan ini adalah dengan menghindari aktivitas yang dapat membahayakan kehamilan.

Aktivitas yang Sebaiknya Dihindari Saat Hamil Tua

Ibu hamil yang sudah memasuki masa hamil tua disarankan untuk menghindari hal-hal berikut jika mereka ingin menjaga kesehatan janin dan tubuh mereka:

1. Melakukan aktivitas fisik yang berat

Untuk mencegah kelelahan saat hamil tua, ibu hamil harus membatasi aktivitas fisiknya. Ini karena melakukan aktivitas ringan seperti menyapu dan merapikan tempat tidur akan membuatnya mudah lelah. Beberapa hal yang harus dihindari ibu hamil saat hamil tua adalah:

Baca Juga: Healing ke Wisata Alam Curug Cipamingkis Bogor, Camping Ground Kids Activity Hingga Menginap di Rumah Kutub Villa Turi Boba

- Berdiri terlalu lama
- Mengangkat atau memindahkan barang berat
- Menaiki tangga terlalu sering
- Menggunakan bahan kimia berbahaya untuk membersihkan rumah

Jika Bumil bekerja kantoran, pertimbangkan untuk mengambil cuti melahirkan menjelang hari persalinan jika sering merasa lelah dan perlu meminta bantuan pasangan atau orang terdekat untuk membantu melakukan pekerjaan rumah tangga yang berat.

2. Berolahraga ekstrem

Wanita hamil disarankan untuk menghindari olahraga berat selama kehamilan, baik saat usia kehamilan masih muda atau menjelang persalinan, karena olahraga berat dapat meningkatkan risiko cedera, perdarahan vagina, dan persalinan prematur.

Memang penting untuk berolahraga saat hamil, tetapi pilihlah aktivitas ringan yang nyaman dan aman bagi ibu hamil.

Ibu hamil dapat mencoba yoga untuk ibu hamil atau berjalan santai di rumah. Namun, sebaiknya hindari aktivitas yang terlalu berat seperti angkat beban, menyelam, atau berkuda.

Ibu hamil dapat merasa lebih bugar dan lebih siap untuk persalinan jika mereka berolahraga secara teratur. Dokter kandungan mereka dapat membantu mereka memilih jenis olahraga yang aman untuk mereka.

3. Melakukan perjalanan jauh

Selama kehamilan, ibu hamil tidak disarankan untuk bepergian jauh. Ini disebabkan fakta bahwa perjalanan yang terlalu jauh dapat membuat ibu hamil lelah, dan jika ibu hamil terlalu lelah, dia berisiko mengalami komplikasi yang tidak diinginkan, seperti melahirkan prematur.

Namun, jika ibu hamil dan janinnya dalam kondisi sehat, dokter mungkin memungkinkan mereka bepergian jauh hingga usia kehamilan mencapai 34 minggu.

4. Hindari tidur telentang

Saat hamil di trimester ketiga, ibu hamil disarankan untuk tidur miring daripada telentang karena ini dapat mengurangi aliran darah ke rahim dan janin.

Baca Juga: Diiming-imingi Keuntungan Berkali Lipat, Puluhan Warga Cimahpar Kota Bogor Jadi Korban Arisan Bodong

Ibu hamil disarankan untuk tidur miring pada sisi kiri mereka karena dapat membantu melancarkan sirkulasi darah.

Jika mereka merasa tidak nyaman atau sulit tidur, mereka dapat menggunakan bantal untuk menopang punggung mereka saat tidur.

5. Merokok atau terpapar asap rokok

Merokok saat hamil atau sering terpapar asap rokok dapat membahayakan ibu hamil dan janinnya. Merokok meningkatkan risiko komplikasi kehamilan seperti preeklamsia dan keguguran.

Paparan asap rokok juga dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, bayi berat badan rendah, atau cacat bawaan lahir.

Apabila Bumil merokok sejak sebelum hamil, berhentilah sedini mungkin dan usahakan untuk tidak terpapar asap rokok. Selain itu, sangat disarankan agar Bumil menghindari konsumsi minuman beralkohol.

6. Menjaga keadaan kandang hewan peliharaan tetap bersih

Sangat penting untuk menjaga kandang hewan peliharaan bersih karena ini dapat meningkatkan risiko terkena toksoplasmosis. Infeksi parasit dapat menular ke janin, menyebabkan kelahiran prematur atau cacat bawaan lahir.

Jika ibu memiliki hewan peliharaan di rumah, dia harus meminta bantuan pasangan atau orang lain untuk membersihkan kandang dan kotoran hewan.

7. Mandi dan berendam dengan air panas

Mandi air panas memang bisa membuat tubuh merasa nyaman, tetapi sebaiknya tidak dilakukan saat hamil tua.

Studi menunjukkan bahwa mandi air panas terlalu lama, seperti sauna, dapat meningkatkan suhu tubuh ibu hamil dan bahkan meningkatkan risiko dehidrasi. Untuk mandi, Bumil dapat menggunakan air dingin atau air hangat suam kuku daripada air panas.

Baca Juga: Dahan Pohon Beringin Depan Balai Kota Bogor Patah, Timpa Lampu Lalu Lintas. Begini Kondisinya!

Selain menghindari beberapa aktivitas saat hamil tua, ibu hamil juga harus tetap menjaga kehamilannya agar tetap sehat dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang, mengontrol stres, memiliki cukup waktu untuk bersantai, dan mengambil suplemen kehamilan dan obat penguat kandungan sesuai rekomendasi dokter. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #kesehatan #hamil tua