RADAR BOGOR - Kopi Langa, brand kopi baru di Kota Bogor resmi dilaunching. Launching dilakukan oleh Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Sangkuriang Maritim Hotel Institute di kampusnya di Jl. Jenderal Sudirman Senin (23/9/2024).
Direktur LKP Sangkuriang MHI Bogor, Theo George Gill mengatakan, launching ini dirangkaikan dengan penutupan Program Kecakapan Wirausaha (PKW). Peserta PKW akan menjual kopi Langa disejumlah tempat di Kota Bogor.
"PKW sendiri merupakan program LKP Sangkuriang yang memberikan pelatihan kepada anak muda. PKW kali ini berfokus melatih anak muda Kota Bogor menjadi barista," katanya kepada Radar Bogor.
Peserta PKW berjumlah 25 orang yang mendapatkan alat, bahan, dan kendaraan untuk berjualan Kopi Langa tersebut. Kendaraannya serupa sepeda listrik dengan tempat penyimpanan di depannya.
"Mereka menjual Kopi Langa singkatan dari bulan dan naga yang diambil dari nama kopi Liong Bulan. Kopi Langa ini diracik dari kopi Lion Bulan menjadi kopi kekinian," sebutnya.
Mereka sengaja membuat kopi kekinian dari Kopi Liong Bulan karena merupakan kopi khas Kota Bogor.
Adanya brand ini bisa membuat kopi khas Bogor semakin terkenal di masyarakat maupun wisatawan yang datang.
"Kopi Langa ini juga bermacam-macam jenisnya dan di berikan nama sesuai nama tempat terkenal di Kota Bogor. Ini strategi kita untuk mengenalkan tempat terkenal di kota Bogor," ujarnya.
Terdapat 10 varian Kopi Langa yaitu Lawang Salapan, Suryakencana, Jembatan Merah, Gundil, Sempur, Buitenzorg, Sareal, Situ Gede, Batu Tulis, dan Ciheuleut.
Para penjual kopi Langa ini juga akan ditempatkan sesuai nama-nama wilayah Bogor tadi. "Kami akan membantu mengawasi mereka selama setahun penuh, mulai dari manajemen keuangan, penjualan, dan sebagainya untuk memastikan mereka bisa menghasilkan penjualan yang maksimal," ujarnya.
Launching Kopi Langa ini juga dihadiri sejumlah dinas di Kota Bogor seperti dinas pendidikan, UMKM, dan tenaga kerja. Serta sejumlah pengusaha kopi dan Mantan Walikota Bogor 2014-2024 Bima Arya.
Bima Arya menyebut Kopi Langa ini merupakan terobosan bagus untuk menjaga Kopi Liong Bulan yang merupakan khas kota Bogor. Sebab Kopi Liong Bulan ini merupakan kopi khas Bogor yang paling diminati oleh masyarakat.
"Kopi ini sangat dicintai oleh warga Bogor sehingga saat kami bertemu dengan pemiliknya beberapa tahun lalu, kami ingin membantu mengembangkan tapi tidak mau. Akhirnya kami ingin meracik dari kopi ini untuk dibuat hal lain namun tidak terwujud dan diwujudkan oleh LKP Sangkuriang," bebernya.
Bima yang mengapresiasi adanya kopi Langa ini pun memberikan beberapa masukan agar Kopi Langa bisa bertahan lama. Dia menyarankan untuk memberikan narasi dari brand kopi agar pembeli menjadi lebih tertarik.
"Selain itu kembangkan Kopi Langa ini lewat kolaborasi dengan berbagai pihak. Mulai dari pemerintah untuk memproduksi lebih besar lagi maupun dengan masyarakat umum untuk mempromosikan kopi ini," ungkapnya.
Adapun salah satu peserta PKW sekaligus penjual kopi Langa ini, Muhammad Chikal Variansyah mengatakan senang dengan PKW yang telah dilalui. Dirinya belajar banyak cara menjadi barista mulai dari membuat kopi, menyajikannya, dan sebagian.
"Kami akan ditempatkan bergantian dibeberapa tempat untuk jualan kopi. Setelah itu saya ingin punya kedai kopi sendiri," katanya.
Serupa, Muhammad Maestyo menyebut pelatihan selama 51 hari ini sangat membantu dirinya. Dia bisa belajar banyak teknik pembuatan kopi.
"Tujuannya saya setelah program wirausaha ini selesai, saya ingin buka usaha kopi atau kafe kopi," sebutnya. (rp1)
Editor : Yosep Awaludin