RADAR BOGOR - Seorang pria berinisial R jadi korban pemukulan dan penipuan transaksi penjualan handphone lewat COD. Peristiwa ini terjadi di sekitar Jembatan Merah, Kota Bogor pada Sabtu, (21/9/2024) sekitar pukul 18:08 WIB malam.
R menceritakan, awalnya ia ingin menjual handphone ke seorang pria dengan metode COD atau bayar di tempat.
Mereka sepakat bertemu di belakang Pasar Devris. Sesampainya di lokasi dia diminta masuk ke tempat pembeli handphone tersebut.
"Saya anterin ke lokasi yang mau beli HP lalu disuruh masuk ketempat mamangnya (paman) di pangkalan angkot," katanya, Senin (23/9/2024).
Saat melakukan transaksi, si pembeli meminta izin keluar untuk menelpon teman sambil membawa HP miliknya. Ternyata saat keluar, si pembeli kabur membawa HP tersebut.
"Langsung saya kejar tapi gak ketemu entah ngumpet atau gimana. Padahal di situ banyak supir angkot deket TKP," ujarnya.
R pun berusaha bertanya ke orang sekitar namun tak ada yang mengaku melihat pelaku. Bahkan orang yang awalnya disebut mamang oleh pelaku mendadak mengaku tak mengenal si pelaku.
"Kata si mamang dia juga baru kenal (pelaku). Lalu saya bilang kalau mamang itu komplotan," sebutnya.
Namun si mamang itu tidak terima dan malah memanggil teman-temannya untuk memukul korban. Korban dipukul dua kali dibagian pelipis sebelah kiri.
Korban pun mendokumentasikan kejadian penipuan dan penganiayaan penjualan handphone ini sebagai barang bukti. R mengaku tak mengetahui nama pelaku pemukulan tersebut.
"Saya sudah melapor ke Polsek Bogor Tengah dan Polresta Bogor Kota. Kabarnya laporan sedang di pimpinan (proses)," tuturnya.
Kejadian ini kemudian diuploadnya ke media sosial X (Twitter) lewat akun @LilizMahayasa19 yang sudah menjangkau 1.9 juta akun dan dibagikan 3.1 ribu akun.
Adapun Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Aji Riznaldi Nugroho mengaku telah menerima laporan tersebut. Namun kasus ini ditangani Polsek Bogor Tengah. "Kita asistensi terkait perkara tersebut," katanya. (rp1)
Editor : Yosep Awaludin