Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Membanggakan, Remaja asal Bogor Berusia 20 Tahun Belajar Bikin Motor Custom Hingga Dapat Penghargaan dari Builder Jepang

Rani Puspitasari Sinaga • Senin, 23 September 2024 | 17:24 WIB
Melihat Para Penggiat Motor Custom di Bogor, Usia 20 Tahun Belajar Bikin Motor Custom Saat Pandemi Covid 19
Melihat Para Penggiat Motor Custom di Bogor, Usia 20 Tahun Belajar Bikin Motor Custom Saat Pandemi Covid 19

RADAR BOGOR - Usianya baru saja menginjak 20 tahun, tapi hasil karyanya membuat sebuah motor custom bergenre chopper ga bisa dipandang sebelah mata.

Namanya Wanda Hardiansyah Putra, warga Bogor, tepatnya di Pabuaran, Kecamatan Cibinong yang menjadi penggiat motor custom muda. 

Hasil buatan chopper dengan mesin XS 650-nya remaja Bogor yang hobi bikin motor custom itu, berhasil mendapat penghargaan dari builder Jepang dalam acara Barbeque Ride di Bandung Juni lalu. Begini ceritanya.

Tidak ada yang special dari bengkel yang diberi nama Wonecycle, Posisi bengkelnya pun kalau dari pinggir jalan tidak terlihat.

Aktivitas bengkel ini berada di belakang rumah milik orang tua Wanda Hardiansyah Putra tepatnya di Kampung Padurenan, Rt10//02, Kelurahan Pabuaran, kecamatan Cibinong.

Memasuki area bengkel, berukuran sekitar 60 meter persegi berbentuk L, disampingnya lengkap dengan rumah masa depan alias makam keluarganya.

Ada mesin bubut berwarna hijau disebelah kanan yang baru saja dibeli dari hasil tabungannya, tapi sayang mesin bubut itu belum bisa dipakai, karena daya listrik di rumahnya yang hanya sebesar 1300 VA, tidak mampu mensuport mesin bubut itu.

“katanya untuk meningkatkan daya butuh uang 8 jutaan,” kata Wanda.

Anak muda jebolan Mts 3 Cibinong ini juga berinisiatif untuk mengganti dynamo mesin bubutnya agar bisa digunakan dengan daya listrik  yang kecil.

Memang putaran mesinnya lebih lambat, tapi itu lebih baik dari pada mesin bubut hasil kerja kerasnya tidak  digunakan.

“Setiap kali mau bubut besi, harus dibawa kebengkel temen untuk dibubut. Kalau sudah punya bisa bubut sendiri,” jawabnya.

 Beberapa peralatan dan kunci kunci perbengkelan tertata rapih menempel di tembok, peralatan las listrik milik ayahnya yang kini dimanfaatkannya untuk berusaha tertata rapih.

Ada tiga unit motor yang sedang digarapnya, dua motor berbasis mesin scorpio 225 cc yang baru saja selesai digarap. “yang satu lagi di coba gadag gidig dulu, takut ada yang kurang. Kalau sudah oke tinggal naek cat,” kata wanda.

Sedangkan satu lagi, motor chopper yang berbasis mesin xs650 yang pernah mendapatkan penghargaan dari builder Jepang itu sedang dibongkar untuk mengganti konsep. “Iya, yang punya pengen ganti konsepnya untuk ikut di event kontes di bandung nanti,” ujarnya.

Satu lagi frame chopper yang akan di persiapkan untuk mesin Yamaha SR 400 yang akan diikutsertakan dalam lomba Barbeque Ride di Bandung awal tahun 2025 nanti.

Penulis beberapa kali memperhatikan hasil las lasan anak muda kelahiran 2004 ini, rapih hasil las lasannya itu yang ada di benak penulis, belum lagi fit motor chopper, walaupun masih mentah tapi fitingnya sangat enak diliat.

Pekerjaan wanda dibantu sama adiknya yang masih sekolah, dan beberapa temannya yang masih relative sangat muda.”Iya daripada nongkrong kaga jelas mending bantuin saya bang,” kata Wanda.

Tidak ada yang tidak bisa kalau bicara konsep motor dengan anak muda yang selalu menunjukan sesuatu dengan jari jempolnya. Apapun konsepnya, dia selalu menjawab bisa, walaupun pekerjaan itu sangat rumit.

Tapi lagi-lagi, keuletan dan rasa ingin terus belajarnya menjadi potensi yang sangat besar untuk menambah keahliannya dalam membuat motor custom.

“Saya sering banyak tanya ke para senior yang sudah berpengalaman, Alhamdulillah mereka tidak pelit ilmu. Selalu berbagi ilmu untuk dunia motor custom,” katanya dengan nada yang santun.

Sebenarya anak muda jebolan SMK Plus 1 Cibinong jurusan multimedia itu tidak pernah terpikir untuk berwiraswasta menjadi seorang builder motor custom. Inspirasi menjadi builder motor custom, ketika Indonesia bahkan dunia sedang berperang melawan Virus Covid 19.

Selama dua tahun, Anak yang lahir dari Rahim seorang ibu bernama Adah Diana, mencoba memanfaatkan peralatan las yang dimiliki ayahnya Suparno.

“Bapak suka ngumpulin barang barang tukang, seperti las lasan, kunci-kunci dan sebagainya. Tapi bapak ga pernah make,” kenang wanda.

Nah, karena gabut selama dua tahun hanya sekolah online, Wanda mencoba membuat motor custom. Motor pertama yang menjadi kelinci perobaannya adalah hondar astrea grand. Motor dengan cc 110 itu diubahnya menjadi sebuah motor custom bergenre Chopper.

Wanda terus menambah keilmuan nya tentang dunia motor custom, beberapa senior builder motor custom di Cibinong dan sekitarnya menjadi termpatnya menimba ilmu.

Setelah yakin akan kemampuannya, ia mencoba berani membangun motor custom dengan mesin GL, hingga kini sudah ada 8 motor hasil karyanya.

Memang kalau dilihat jumlah hasil karyanya baru sedikit, tapi hasilnya sudah dihargai oleh Builder dari Jepang, bahkan beberapa undangan dari penyelengggara kontes motor custom di Indonesia sudah diterimanya.

“Persiapan untuk event berikutnya di Bandung, dan beberapa undangan kontes motor custom lainnya,” jelasnya.

Kendati sudah menghasilkan karya motor custom, Wonecycle  masih membutuhkan beberapa peralatan yang memudahkannya untuk terus berkarya. Salah satunya Las Argon. “Yang belum ada hanya Las Argon. Alat itu untuk memudahkan saya bekerja,” pungkasnya.

Untuk membuat motor custom di bengkelnya, Wanda mematok harga yang relative murah. Untuk mesin Gl terima jadi  dihargai 25 juta, sedangkan untuk mesin Yamaha Scorpio terima jadi 28 juta. “Kalau bikin tanpa mesin hanya 22 juta saja, kalau mau dibuatkan motor tingggal DM ke IG di @wonecycle aja” pungkasnya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #motor custom #chopper