RADAR BOGOR - Orang tua siswa mengeluhkan kebijakan SDN 02 Ciawi Bogor, yang mewajibkan pembelian angklung.
Meski masuk dalam kurikulum seni budaya, namun sebagian orang tua SDN 02 Ciawi Bogor mengaku kesulitan untuk mengeluarkan biaya pembelian angklung senilai Rp 150 ribu tersebut.
Salah satu orang tua siswa SDN 02 Ciawi Bogor menuturkan, pembelian angklung tersebut terkesan memaksakan mereka.
Sebab, semua orang tua siswa khususnya kelas V tidak bisa menolak saat diajak bermusyawarah dengan komite sekolah.
"Karena masuk dalam kurikulum seni budaya, jadi ada nilai rapornya. Sedangkan kami diminta cepat melunasi pembayaran angklung oleh guru yang bekerja sama dengan pihak pengadaan angklung," keluh orang tua siswa yang berdomisili di Ciawi tersebut.
Sementara saat dikonfirmasi, Kepala SDN 02 Ciawi, Misbah membenarkan terkait adanya pembelian alat musik angklung yang dibebankan kepada siswa kelas V berjumlah 100 anak.
Namun begitu, pihaknya menyebut bahwa itu berdasarkan hasil musyawarah antara orang tua dengan komite sekolah.
"Dari hasil kesepakatan, orangtua siswa bersedia membeli angklung dengan harga bervariatif mulai dari Rp 120 ribu hingga Rp 150 ribu. Tergantung jenis suara angklungnya," terangnya.
Sementara pihaknya juga tidak menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pengadaan angklung.
Menurut Misbah, jika angklung itu dibeli dengan dana BOS, maka barang itu akan menjadi aset sekolah.
"Kalau yang membeli orangtua siswa, mereka bisa membawa pulang ke rumah masing-masing angklung tersebut. Di rumah siswa bisa sambil belajar lagi cara memainkannya," katanya.
Pihaknya juga membantah kalau terlibat langsung dalam pembelian angklung. Pasalnya, orang tua siswa langsung memesan kepada pihak ketiga tanpa melalui pihak sekolah.
"Pembeliannya langsung dilakukan oleh orangtua siswa dengan pihak ketiga," tukasnya.(cok)
Editor : Rani Puspitasari Sinaga