RADAR BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor menyambut baik rencana pembangunan cable car atau kereta gantung, sebagai upaya mengatasi kemacetan di Kawasan Puncak.
Meski demikian, Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu menyebut, bahwa rencana itu bergantung pada investor dalam pengadaan cable car di Kawasan Puncak.
"Silahkan investornya ada, tinggal PTPN sebagai pemilik kawasan Puncak Bogor, tinggal didorong lagi untuk diwujudnyatakan cable car," ucapnya kepada wartawan, Rabu (25/9).
Asmawa Tosepu mengaku, telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk merealisasikan cable cat di lahan PTPN I Regional 2 tersebut.
Pemkab Bogor sendiri hanya menjadi fasilitator dalam perencanaan tersebut.
Untuk pembangunannya, pihaknya serahkan kepada pihak swasta dalam hal investor.
"Pemkab Bogor tentu sebagai fasilitator, tetapi kita ingin mendorong untuk hal-hal yang bisa disediakan penyediaanya, maka biar sektor swasta saja, itulah bisnis to bisnis," jelas Asmawa Tosepu.
Untuk diketahui, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyatakan, bahwa pemerintah akan mengebut pembangunan cable car untuk mengatasi kemacetan di kawasan Puncak.
Usulan pembangunan kereta gantung itu sebetulnya telah disampaikannya sejak 2022.
Proyek tersebut menjadi salah satu upaya manajemen krisis oleh Kemenparekraf dengan melibatkan lembaga lain beserta pemda setempat.
Upaya lain adalah melakukan penyesuaian dengan pembatasan kendaraan, menimbang jalur menuju Puncak, Bogor yang sudah mengalami kelebihan tampungan kendaraan atau overload.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga