Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Latih Kesiapsiagaan Warga Bogor Terhadap Bencana, BPDB Bentuk Kelurahan Tangguh Bencana di Sini

Fikri Rahmat Utama • Senin, 30 September 2024 | 00:18 WIB

 

Latih Kesiapsiagaan Warga Bogor Terhadap Bencana, BPDB Bentuk Kelurahan Tangguh Bencana di Sini
Latih Kesiapsiagaan Warga Bogor Terhadap Bencana, BPDB Bentuk Kelurahan Tangguh Bencana di Sini

RADAR BOGOR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor melatih puluhan warga tanggap bencana, dengan membentuk Kelurahan Tangguh Bencana.

Pelatihan ini bagian dari pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) di Kelurahan Cilendek Barat, Bogor Barat, Kota Bogor.

Kepala BPBD Kota Bogor Hidayatulloh menjelaskan, pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana ini berkolaborasi dengan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Bogor.

Selama tiga hari Rabu-Jumat (25-27/9/2024) mereka memberikan materi tanggap bencana kepada masyarakat.

"Jumlah peserta sebanyak 22 orang, yang melibatkan karang taruna, tokoh masyarakat, Babinsa dan Babinkamtibmas," katanya.

Ia menjelaskan kegiatan ini mengangkat tema dengan semangat tanggap, tangkas, dan tangguh Kota Bogor siap menghadapi bencana.

Diharapkan para peserta bisa menjadi lebih sigap dan siap membantu masyarakat lain saat bencana terjadi.

"Kegiatan hari pertama pasti pembukaan lalu dilanjutkan manajemen bencana, penanganan luka dan bantuan hidup dasar oleh Personil BPBD Kota Bogor," jelasnya.

Kemudian di hari kedua, para peserta diberikan penguatan dan motivasi.

Sebab mereka harus siap menjadi calon fasilitator Keltana yang akan terjun langsung ke masyarakat.

"Lalu dilanjutkan pemberian materi kebencanaan lagi. Dan pengenalan dan penggunaan alat Chainsaw," sebutnya.

Sedangkan untuk kegiatan hari ketiga para peserta membahas beberapa hal penting saat bencana. Diantaranya rencana tindak lanjut, pengecekan lokasi yang rawan bencana, dan edukasi mitigasi bencana.

"Selain itu peserta juga diperkenalkan cara menggunakan 

Medical First Responder (MFR), alat rescue, dan diajarkan memadamkan api dengan cara tradisional," ungkapnya.

Ke depan, Hidayatulloh menginginkan Keltana ini bisa membantu agar masyarakat yang terkena bencana mendapat respon yang cepat.

Hal ini karena sudah terdapat masyarakat yang bisa menjadi penolong dan penyelamat saat bencana terjadi.

"Pelatihan selama tiga hari ini peserta diberikan pembekalan secara teori dan penggunaan alat agar lebih paham dan mengerti terkait kesiapsiagaan bencana," ungkapnya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bencana #bogor #bpbd