Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bunda Warga Bogor yang Baru Melahirkan Rentan Alami Baby Blues Syndrome, Ini Ciri-ciri dan Cara Mengatasinya

Yosep Awaludin • Senin, 30 September 2024 | 09:11 WIB
Ilustrasi baby blues syndrome
Ilustrasi baby blues syndrome

RADAR BOGOR—Baby blues syndrome adalah kondisi emosional yang dapat dialami ibu baru setelah melahirkan. Umumnya, kondisi ini hanya berlangsung selama dua minggu setelah persalinan, tetapi jika tidak membaik, kondisi ini harus ditangani untuk mencegah depresi berkembang.

Apa Itu Baby Blues Syndrome?

Perasaan sedih atau cemas yang umum dialami ibu setelah melahirkan dikenal sebagai baby blues syndrome. Banyak ibu baru mengalami perubahan mood yang tak terduga, kelelahan emosional, dan terkadang menangis tanpa alasan yang jelas.

Dalam kebanyakan kasus, kondisi ini muncul dalam beberapa hari setelah melahirkan dan biasanya akan hilang sendiri. Namun, baby blues syndrome dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, depresi pasca melahirkan.

Ciri-ciri Baby Blues Syndrome

Sindrom baby blues biasanya muncul antara dua dan lima hari setelah kelahiran. Ada beberapa tanda yang biasanya menunjukkan bahwa ibu mengalami baby blues syndrome, seperti:

- Sering menangis
- Mudah merasa cemas
- Sulit tidur atau insomnia meskipun sangat lelah
- Sulit konsentrasi dan membuat keputusan yang sederhana
- Tidak nafsu makan
- Merasa tidak sayang pada bayi yang baru dilahirkan

Gejala baby blues syndrome biasanya hanya berlangsung 14 hari dan dapat membaik dengan sendirinya. Selain itu, ibu-ibu yang menderita baby blues syndrome biasanya tidak mengalami kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kondisi ini berbeda dengan depresi pasca melahirkan, yang dapat menyebabkan seorang ibu mengalami kesedihan yang berlarut-larut hingga sulit untuk beraktivitas atau merawat diri sendiri.

Apa yang menyebabkan Baby Blues Syndrome?

Penyebab pasti baby blues syndrome belum diketahui. Namun, berikut adalah beberapa kondisi yang dapat meningkatkan kemungkinan Bunda mengalami baby blues:

1. Perubahan dalam hormon

Hormon estrogen dan progesteron akan menurun drastis setelah melahirkan. Hal ini dapat memengaruhi mood Anda, yang membuatnya mudah berubah-ubah. Akibatnya, Bunda mungkin lebih mudah marah atau sedih, bahkan ketika dipicu oleh hal-hal kecil.

2. Kelelahan fisik

Kondisi fisik setelah persalinan yang belum pulih sepenuhnya, kelelahan akibat mengurus Si Kecil, dan kurang tidur dapat membuat Bunda lebih mudah tersinggung, marah, atau sedih, yang semuanya dapat menyebabkan baby blues.

3. Sulit untuk menyesuaikan diri dengan peran baru sebagai ibu

Setelah melahirkan, seorang wanita memasuki fase baru di mana dia harus menyesuaikan diri dengan peran barunya sebagai ibu. Namun, banyak ibu baru yang merasa kewalahan bahkan untuk mengurus dirinya sendiri, yang menyebabkan baby blues.

Banyak orang akan berkomentar tentang bagaimana Bunda menjaga Si Kecil atau bagaimana persalinan berjalan, terutama bagi ibu yang baru melahirkan. Akibatnya, rasa bersalah dan rendah diri muncul karena belum bisa menjadi ibu yang ideal.

4. Kurang dukungan dari keluarga

Mengasuh bayi bukan tanggung jawab tunggal Bunda; dukungan dari pasangan dan orang terdekat sangat penting agar Bunda merasa terbantu dan tidak merasa berjuang sendirian.

Apalagi, setelah melahirkan, tubuh Bunda akan menjadi terlalu lelah untuk melakukan semua pekerjaan rumah tangga sendiri.

Tanpa dukungan, baik dalam bentuk apresiasi maupun bantuan dalam menjaga Si Kecil, ibu dapat mengalami baby blues.

Jika pasangan Anda telah membantu Bunda, jangan lupa untuk mendukungnya juga dan mendengarkan perasaannya karena Ayah juga mungkin mengalami blues bayi.

5. Pernah menderita gangguan mental

Baby blues juga bisa terjadi jika Bunda pernah mengalami kejadian traumatis saat hamil atau persalinan sebelumnya, seperti keguguran atau merasa sangat sakit selama proses persalinan.

Pengalaman tersebut dapat membuat Bunda takut dan cemas, apalagi jika tidak ada cukup waktu untuk memulihkan perasaannya. Ketakutan ini dapat memengaruhi emosi Bunda hingga mengalami baby blues.

Sebaliknya, ibu yang baru melahirkan juga cenderung mengalami baby blues jika mereka memiliki riwayat masalah kesehatan mental sebelumnya, seperti gangguan bipolar atau skizofrenia.

Bagaimana Mengatasi Baby Blues Syndrome?

Dalam kebanyakan kasus, baby blues syndrome akan membaik dengan sendirinya dalam waktu dua minggu.

Namun, ada beberapa cara untuk mengatasi baby blues agar tidak semakin parah atau membuat Bunda terlalu stres:

- Melakukan aktivitas yang menghibur

Bunda bisa melakukan beberapa kegiatan yang menyenangkan untuk membantu baby blues dan meningkatkan suasana hati.

Cobalah menghabiskan waktu di luar rumah, melakukan perawatan kecantikan, menulis jurnal, atau mendengarkan musik favorit Anda.

Selain itu, Bunda bisa berolahraga ringan untuk menyegarkan pikiran. Dokter akan memberi tahu Bunda jenis olahraga apa yang bisa dilakukan, sehingga Bunda dapat mendapatkan rekomendasi olahraga yang aman dan sesuai kondisi kesehatannya setelah persalinan.

- Berbagi cerita dengan orang yang dekat dengan Anda

Selain itu, Bunda memiliki kesempatan untuk bertemu dan berbicara dengan teman dekat dan sesama ibu yang sudah melahirkan, sehingga Bunda dapat berbagi pengalaman dan keluhannya dengan mereka agar perasaannya lebih lega.

- Tidak memaksa diri

Jangan ragu untuk mengungkapkan perasaan Anda dan memberikan penjelasan kepada orang-orang yang Anda sayangi agar mereka dapat memahami keadaan Anda.

Anda juga tidak perlu memaksakan diri untuk menyelesaikan tugas rumah tangga dan menjaga si kecil sekaligus.

Tidak perlu malu untuk meminta bantuan teman, pasangan, atau keluarga. Ketika ibu merasa lelah, dia berhak untuk istirahat.

Tidak masalah bagi Bunda untuk tidur saat Si Kecil sedang tidur karena ini akan membuatnya lebih berenergi untuk menjalani kehidupan sehari-hari dan mengurus Si Kecil.

- Menyusui anak

Jika kondisinya memungkinkan dan Bunda merasa nyaman, cobalah memberi Si Kecil ASI secara langsung. Menyusui secara langsung bahkan dapat meningkatkan hormon oksitosin, yang dapat memperbaiki suasana hati Bunda.

Namun, jika menyusui Si Kecil menyebabkan stres, Bunda tidak perlu memaksakan diri. Konsultasikan dengan dokter atau konselor laktasi tentang metode alternatif untuk memberikan ASI yang paling sesuai dengan kondisi Bunda.

Ingatlah bahwa baby blues adalah perasaan yang wajar yang dialami oleh Bunda dan tidak disebabkan oleh kesalahan Bunda.

Namun, jika kondisi baby blues tidak membaik setelah dua minggu, menyulitkan aktivitas sehari-hari, atau bahkan menimbulkan keinginan untuk melukai diri sendiri dan Si Kecil, Bunda harus melihat psikiater. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #baby blues syndrome #ibu melahirkan