RADAR BOGOR - Operasi Sisir Pajak Bumi dan Bangunan (Opsir PBB) Kota Bogor sudah memasuki bulan ke dua atau minggu kelima.
Opsir PBB Kota Bogor ini pun sudah mampu meraup penerimaan pajak dari masyarakat.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Deni Hendana mengatakan opsir PBB Kota Bogor yang mereka lakukan masih terus berlangsung.
Adapun sampai per 29 September kemarin jumlah pendapatan PBB P2 se-Kota Bogor sebanyak Rp.11,35 Miliar.
"Kecamatan Bogor Selatan menjadi kecamatan dengan penerimaan tertinggi yaitu Rp2,36 miliar, sebutnya.
Kemudian untuk Bogor Utara mereka menerima sebanyak Rp2,09 miliar, Bogor Timur Rp1,33 miliar, Bogor Barat Rp2,27 miliar.
Lalu Bogor Tengah sebanyak Rp1,28 miliar dan di Kecamatan Tanah sareal Rp1,99 miliar.
"Kegiatan opsir PBB ini tentu punya sejumlah tantangan namun akan terus dilakukan sampai 23 Desember nanti," ungkapnya.
Adapun tantangan opsir PBB yang petugas Bapenda alami.
Di antaranya beberapa Wajib Pajak (WP) tidak berada di tempat, kemampuan bayar WP juga kurang, serta kondisi cuaca berubah-ubah sehingga petugas dilapangan ada yang jatuh sakit.
"Namun tentu tantangan ini akan kami hadapi agar perolehan penerimaan setiap minggu bisa stabil sehingga target tercapai," bebernya.
Opsir PBB ini sendiri dimulai sejak 2 September lalu.
Berbeda dengan opsir tahun sebelumnya kegiatan opsir akan menyesuaikan jumlah penunggak PBB.
"Saat ini kecamatan Bogor Selatan menjadi wilayah dengan penunggak terbanyak sedangkan Bogor Tengah memiliki penunggak terendah," kata Deni.
Bapenda menurutnya telah memiliki data lengkap terkait lokasi dan titik-titik penunggak pajak.
Hal ini bisa mempermudah proses penagihan karena tepat sasaran.
"Dalam PBB itu kan ada 5 buku jadi khusus buku 1, 2, 3 itu nilai tagihan di bawah 2 miliar dan ini dihapuskan dendanya. Jadi masyarakat kategori buku 1-3 tidak perlu membayar denda hanya pokok per tahun saja," tuturnya.
Deni menjelaskan jumlah keseluruhan yang seharusnya ditagih mencapai 500 miliar.
Ini merupakan tunggakan akumulasi sejak 2013 sampai 2024 sekarang.
Namun melihat kemungkinan yang bisa didapat mereka menargetkan 40 miliar untuk opsir tahun ini.
"Jadi ini target yang ditetapkan secara realistis melihat evaluasi di tahun-tahun sebelumnya. Tapi dari Pj Wali Kota Bogor tetap memberikan semangat agar bisa lebih dari itu," jelasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga