Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pemkot Bogor Diminta Turunkan Angka Stunting Secara Drastis, Ini yang Bakal Dilakukan

Fikri Rahmat Utama • Selasa, 1 Oktober 2024 | 19:41 WIB
Monitoring dan evaluasi penanganan stunting Kota Bogor.
Monitoring dan evaluasi penanganan stunting Kota Bogor.

RADAR BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor masih bergelut dengan masalah angka stunting di masyarakat.

Saat ini, mereka terus melakukan berbagai upaya untuk menurukan angka stunting di Kota Bogor.

Dalam Rapat Monitoring dan Evaluasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kecamatan dan Kelurahan, pemkot pun kembali beberkan fokus penanganan angka stunting Kota Bogor.

Ada tiga indikator yang menjadi fokus yaitu wasting, underweight, dan stunting (WUS) di tiap wilayah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah menjelaskan, yaitu wasting, atau berat badan anak lebih rendah dibanding tinggi badannya.

Lalu underweight yaitu berat badan anak lebih rendah dibanding usianya.

Dan stunting adalah kondisi pertumbuhan anak terhambat sehingga tinggi badannya lebih pendek dari anak-anak seusianya.

"Hasil rapat terlihat ada perbedaan progres angka WUS di sejumlah wilayah. Jadi ini akan dievaluasi untuk perencanaan lebih lanjut," katanya, Selasa (1/9/2024).

Apalagi saat ini mereka diberikan target untuk menurunkan stunting secara drastis. Angka stunting saat ini 18 persen yang diminta untuk turun menjadi 15 persen dalam enam bulan.

"Ini merupakan target ambisius yang memerlukan upaya intensif dan kolaborasi kuat di semua lini pemerintahan dan masyarakat," ungkapnya.

Untuk itu salah satu cara yang akan dilakukan yaitu dengan pendekatan 'by name by address' untuk menangani kasus WUS.

Cara ini membuat pemerintah mengetahui secara detail nama anak yang mengalami WUS dan kondisinya seperti apa.

“Melalui sistem by name by address, kita bisa tahu nama anak yang berulang kali dibahas dan kondisi mereka secara lebih rinci," sebutnya.

"Jadi kita bisa lebih cepat mengetahui masalah apa yang terjadi, misalnya masalah pengasuhan atau kesehatan, dan kemudian memberikan intervensi yang diperlukan,” tambahnya.

Namun dia berharap agar data WUS yang digunakan harus akurat.

Sehingga seluruh pihak, termasuk puskesmas, kelurahan, dan posyandu, harus terlibat penuh terhadap proses pengukuran dan pendataan di lapangan.

“Data pengukuran sangat penting dalam memastikan kita memiliki informasi yang akurat. Saya ingin data yang valid dan agar lebih efektif dalam menurunkan angka WUS,” bebernya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#angka stunting #bogor #Cara Mengatasi