RADAR BOGOR - Sopir truk tambang tak ada kapoknya melanggar jam operasional di Jalan Raya Parung Panjang Bogor. Setiap hari pemandangan itu terjadi.
Salah satunya di Jembatan Cimanceri. Banyak truk tambang yang mencoba mengelabui petugas untuk bisa melintas.
Ujang (bukan nama sebenarnya) sopir truk tambang itu sudah berangkat sejak Subuh. Biassnya, ia bisa melintas. Namun tidak dalam beberapa hari terakhir ini. Penjagaan lebih ketat. Ia sudah tiga kali diputar balik.
"Iya, berangkat Subuh kena putar balik, siangan juga kena putar balik. Lagi ketat-ketatnya," katanya kepada Radar Bogor Rabu (2/10/2024).
Namun kata dia, selalu ada celah baginya dan para sopir truk tambang untuk bisa lolos dari penjagaan. Menunggu petugas lengah. "Yang jaga kan gak banyak, kadang mereka lagi istirahat, posisi lagi kosong lewat," tuturnya.
Sementara itu, Kabid Lalin Dishub Kabupaten Bogor Dadang Kosasih mengatakan, setiap hari pasti ada truk tambang yang melanggar jam operasional. Mereka diputarbalik oleh petugas di lapangan.
"Ada saja setiap hari, dan saat ada petugas di lokasi, kami pasti meminta sopir untuk memutar balik kendaraanya," tuturnya.
Dadang mengatakan, Rabu (2/10/2024) pagi ini saja, sudah ada 8 truk tambang yang diputar balik di Jembatan Cimanceri.
"Sejak Subuh sampai pukul 09.45 WIB, sudah ada 8. Ini bisa bertambah. Apakah memasuki siang hari, biasanya lebih banyak yang truk yang coba melanggar," tuturnya.
Dadang mencatat, setiap hari, rata-rata truk tambang yang berhasil diputar balik petugas Dishub Kabupaten Bogor lebih dari 20 kendaraan.
Paling banyak di hari Senin hingga Jumat. Iapun tak menampik masih ada saja truk yang lolos. Hal itu lantaran jumlah personel dishub yang terbatas. Ia berharap bisa ada penambahan personil di lapangan. (all)
Editor : Yosep Awaludin