RADAR BOGOR - Pedagang Pasar Asem Jalan Merdeka Kota Bogor masih dilanda was-was, karena mereka masih mengalami pungutan liar (pungli) dari sejumlah preman.
Salah satu warga Hasan Alhabsy menyebut, preman masih beraksi, melalukan pungli dari para pedagang Pasar Asem.
Bahkan pedagang Pasar Asem Bogor yang ingin pindah, kata dia, tidak dibolehkan oleh preman tersebut.
"Pedagang sebenarnya sudah ada yang pindah tetapi mendapatkan intimidasi dari preman untuk kembali ke tempat semula," ungkapnya.
Bahkan spanduk larangan berjualan dari pemerintah kota Bogor juga dicopot oleh orang tak dikenal. Namun belum ada tindakan lanjutan atas pencopotan ini.
"Pencopotan spanduk ini juga tidak bisa dibiarkan, harusnya ada tindakan tegas dari aparat," katanya.
Dia pun mendesak Kapolresta Bogor Kota Kombes Bismo Teguh Prakoso, agar bertindak langsung untuk melihat kondisi yang sebenarnya.
Hal ini karena penangkapan yang terjadi beberapa waktu lalu belum ampuh menghilangkan pungli.
"Jika para preman ini tidak diberantas dan ditindak tegas, kami khawatir terjadi perlawanan dari pedagang dan warga setempat," ujarnya.
Selain itu, dia meminta didirikan pos terpadu yang berfungsi untuk mengawasi terjadinya pungli. Sebab bila tidak pungli akan terus terjadi di kawasan Pasar Asem Jalan Merdeka dan Pasar Mawar.
"Pos Terpadu ini sangat penting jadi yang berjaga bisa langsung aparat gabungan TNI/Polri dan Satpol PPP," sebutnya.
Sejalan dengan itu, seorang pedagang yang enggan disebut namanya berharap kepolisian untuk menindak tegas kasus ini.
Mereka yang sering dimintai uang oleh preman tersebut merasa tidak aman dan nyaman bila hal ini terus dibiarkan.
"Kami setuju direlokasi karena tempatnya juga tidak jauh dari tempat jualan sebelumnya. Tapi kami selalu diintimidasi agar mau kembali berjualan di Pasar Merdeka," bebernya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga