Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Selama Dua Pekan Dipokersen Gelar Pameran Seni Rupa di Bogor Creative Center, Jadi Wadah Pelaku Seni Karya Tradisional Tetap Eksis

Dede Supriadi • Senin, 7 Oktober 2024 | 12:27 WIB
Salah satu pengunjung melihat Pameran Seni Rupa yang bertema Hybrid Identity.
Salah satu pengunjung melihat Pameran Seni Rupa yang bertema Hybrid Identity.

RADAR BOGOR - Yayasan Dipokersen secara resmi membuka Pameran Seni Rupa yang bertema Hybrid Identity di Bogor Creative Center (BCC), Kota Bogor pada Sabtu, (5/10/2024).

Adapun, kegiatan pameran seni rupa ini bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-37 Wadah Kreativitas Seniman Bogor Dipokersen yang rencananya akan diselenggarakan hingga 19 Oktober 2024 nanti.

Kurator, Tommy Faisal Alim mengatakan, kegiatan pameran seni rupa ini diselenggarakan mengingat banyak seniman besar yang ada di wilayah Bogor Raya ini.

"Sebenarnya pada pameran hybrid identity ini kita berharap tidak hanya teman-teman tradisional dalam artian (pelaku seni menggunakan) kanvas, kuas, cat warna, tapi mengajak yang menggunakan digital juga," kata dia.

Pada kesempatan itu, Tommy ingin bertukar informasi bahwa ada beberapa cara untuk mengantisipasi supaya mereka tidak tergantung dengan AI.

"Maka dibuat lah acara-acara pameran yang tradisional seperti ini," ucap dia.

"Karena jujur karya-karya yang secara tradisional atau original menggunakan cat kanvas itu lebih otentik ketimbang dia menggunakan cara digital, itu sih sebenernya," sambung dia.

Kendati begitu, dirinya pun tak menampik jika teman-teman yang mereka melakukan kegiatan melalui digital ini ke depan bisa saja mendominasi sepenuhnya.

Sehingga, pameran seni rupa seperti ini tujuannya agar para pelaku seni karya tradisional bisa tetap eksis ke depannya.

"Kita belum tahu apakah memang beberapa tahun kedepan sepenuhnya AI, tapi saya yakin karya-karya tradisional dengan menggunakan kanvas, kertas dengan cat itu tetap eksis," ucap dia.

Sementara, ditambahkan dia, jika melihat hasil karya yang dipamerkan dalam kegiatan ini, karya-karya yang ada terbilang cukup variatif.

"Alhamdulillah cukup variatif, kemudian ada beberapa karya-karya lukisan, karya patung, karya mix atau median campur dan ada satu karya yang kinetik yang menarik karena memang alat-alatnya ada teknologi baru yang memberikan satu inovasi dan punya multi manfaat, teman-teman di pameran disini variatif dan keren," ujar dia.

Sementara itu, Ketua Panitia, Bob Buchari mengungkapkan, sedikitnya ada 35 seniman lukis, pematung dan digital visual yang turut ambil bagian dalam Pameran Seni Rupa di Kota Bogor ini.

"Kami mengundang para seniman dari Jabodetabek dan Bandung," kata Bob.

Menurut dia, sekitar seratusan lebih karya lukis, patung, digital visual dan instalasi mewarnai ruang pameran. Di mana para perupa lebih mengejawantahkan fenomena kota sebagai pusat peradaban manusia.

"Kota menjadi tempat bertemunya sejarah, budaya, teknologi dan pembaruan zaman yang bertemu dan berkembang dalam kehidupan sosial melalui karya karya mereka," ungkapnya.

Hal itu, lanjut dia, merupakan upaya memahami kompleksitas kota mulai dari desain arsitektural hingga dinamika sosial, ekonomi, dan lingkungan yang membentuk kehidupan perkotaan, mencoba diserap dalam perspektif kesenirupaan.

"Para seniman mencoba mendalami proses bagaimana kota berkembang, penduduk berinteraksi dan melihat berbagai faktor yang saling berhubungan untuk membentuk identitas sebuah kota," ucap dia. 

Di mata seniman, Bob berharap kualitas hidup warga kota harus terus dibangun. Kota harus tetap lebih baik hidup menyediakan ruang yang efisien dan ramah bagi interaksi sosial, mobilitas, dan aktivitas sehari-hari yang tumbuh dan tetap bergerak.

Ditengah kenyataan itu, sambung dia, berbagai kelompok sosial bertemu dan berinteraksi, menciptakan mosaik yang berasal dari akar budaya yang berbeda, pengalaman dan nilai struktur sosial yang beragam dan hal hal lain yang mengelituk para seniman terkait Urbanology.

"Warga kota juga menghadapi tantangan lingkungan, termasuk polusi, pengelolaan limbah, dan pengurangan ruang hijau, dan itulah nantinya yang akan disugubkan para seniman pada saat pameran," pungkas Bob Buchari.

Baca Juga: Revitalisasi Rampung, Alun-Alun Kota Bogor Sudah Dibuka Kembali. Pengunjung Dilarang Melakukan Ini!

Selain pameran seni rupa, dalam kegiatan ini nantinya akan diisi dengan Art Bazar, Workshop dan Diskusi Seni Rupa yang akan membahas tentang Indentitas Budaya Urban dan Industri Seni. (ded)

Editor : Dede Supriadi
#kota bogor #bogor creative center #Pameran Seni Rupa #Yayasan Dipokersen