Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sudah Kantongi Kandidat Juara, Juri Bogorku Bersih Kategori Pemukiman Swadaya Sebut Inovasi Jadi Kunci

Fikri Rahmat Utama • Rabu, 9 Oktober 2024 | 15:23 WIB
Juri Bogorku Bersih Kategori Pemukiman Swadaya
Juri Bogorku Bersih Kategori Pemukiman Swadaya

RADAR BOGOR - Lima finalis lomba Bogorku Bersih Kategori Pemukiman Swadaya telah menjalani penilaian oleh tim juri kehormatan.

Penilaian Bogorku Bersih ini dilakukan secara langsung dengan mendatangi satu persatu lokasi finalis pemukiman swadaya, pada Selasa (8/10/2024).

Ketua Tim Juri Bogorku Bersih Pemukiman Swadaya, Sulkifly Baro mengatakan hasil kunjungan mereka melihat totalitas dari para finalis. Warga menyambut tim juri dengan begitu antusias dan meriah.

"Mereka menunjukkan bukan hanya ikut lomba tapi totalitas ingin juara ini tentu menjadi penilaian bagi kami," katanya.

Ia menyebut secara umum poin-poin penilaian telah dilaksanakan dengan cukup baik. Tinggal seberapa konsisten dan berkelanjutan hal itu dijaga dan dipertahankan.

"Lalu tantangan untuk recycle Itu sudah luar biasa hampir semuanya sudah memiliki Ecobrick dan sebagainya. Serta pemanfaatan ruang kosong juga dilakukan dengan menanam berbagai jenis tanaman," ungkapnya.

Sulkifly menjelaskan hal yang perlu dikembangkan saat ini yaitu pengelolaan sampah menjadi kerajinan harus sudah bisa bernilai ekonomis.

Hasil kerajinan tak hanya dijual di lingkungan namun juga ke pasar yang lebih luas.

"Ini mungkin perlu ada keterlibatan pihak ketiga mungkin pemerintah yang bisa membantu agar kerajinan yang dihasilkan di RT nilai ekonominya bisa menjadi tinggi. Sehingga memberikan pendapatan tambahan ke masyarakat," jelasnya.

Selain itu, menurutnya finalis harus menjaga konsistensi dan jangan berhenti setelah lomba Bogorku Bersih.

Kebersihan harus dijaga dan dijadikan kebiasaan di masyarakat agar menjadi contoh untuk ditiru warga RT lain.

"Penilaian memang ini cukup sulit karena finalis telah melakukan poin-poin penilaian. Tetapi ada satu dua yang memang punya inovasi yang lebih besar karena mereka punya lahan yang lebih besar," ujarnya.

Lahan yang besar ini disebut menjadi keuntungan tersendiri sebab bisa berkreasi banyak. Mulai dari membuat ketahanan pangan yang ditanami buah, sayur, sampai dibuat kolam untuk ikan.

"Sementara yang tidak punya ruang kosong seharusnya bisa menciptakan inovasi dengan kekurangan yang mereka miliki. Lahan depan rumah harus dimanfaatkan untuk buat inovasi seperti pemeliharaan ikan dan tanam sayur vertikal dan sejenisnya," ungkapnya. 

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogorku bersih #pemukiman swadaya #inovasi