RADAR BOGOR - Ketua DPC Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bogor Abdul Azis Anwar menekankan pentingnya bankeu infrastruktur yang tepat sasaran.
Terlebih, kata Ketua Apdesi Kabupaten Bogor, anggaran bankeu samisade tersebut digadang-gadang akan meningkat pada 2025 mendatang yakni sebesar Rp 1,5 miliar.
"Penyaluran bankeu harus sesuai musyawarah, agar warga merasakan dampak pembangunan, mampu menggerakan perekonomian tanpa menimbulkan masalah," ungkap Ketua Apdesi Bogor itu.
Dia juga menegaskan akan turun langsung mengingatkan para kepala desa akan pentingnya pengelolaan bankeu yang sesuai dengan aturan yang berlaku.
Sehingga mereka termasuk dirinya dapat terhindar dari masalah hukum.
"Tentu kami menyambut baik kabar bahwa anggaran bankeu desa pada 2025 naik menjadi Rp 1,5 miliar. Sehingga harus diiringi dengan tanggungjawab yang lebih besar," katanya.
Selain meningkatnya besaran bankeu infrastruktur desa, Aziz mengaku tengah mengusulkan besaran biaya opersional yang sebelumnya hanya 5 persen menjadi 30 persen.
Biaya operasional tersebut diambil dari total keseluruhan anggaran bankeu yang diterima oleh masing-masing desa.
Menurutnya, dengan biaya operasional yang kecil, sering kali para kepala desa harus merogoh uang pribadi agar mulusnya proses pembangunan yang bersumber dari bankeu tersebut.
"Kami sudah usulkan ini ke Pj. Bupati Bogor dan juga DPRD, semoga dapat diwujudkan demi suksesnya program bankeu desa," tukasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga