RADAR BOGOR - Sebanyak 150 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, Dishub, dan Satpol PP diterjunkan untuk bertugas dalam Operasi Zebra Lodaya 2024.
Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso mengatakan ratusan personel itu akan terjun dan bertugas di seluruh wilayah Kota Bogor untuk menjaring para pelanggar lalu lintas dalam Operasi Zebra Lodaya.
"Ada 9 orioritas yang menjadi objek dari Operasi Zebra Lodaya. Di antaranya pengendara dengan bonceng tiga, berada di bawah pengaruh alkohol atau obat terlarang, menggunakan knalpot brong. Kemudian terkait kelengkapan surat kendarana bermotor, dan juga ada hal-hal lain," ujar Bismo usai Apel Ops Zebra Lodaya, Senin (14/10/2024).
Ia pun menyebut pihaknya akan menaruh perhatian lebih pada para pengendara yang kerap melakukan pelanggaran lalu lintas melawan arus seperti yang kerap terjadi di Batutulis dan Ir Juanda.
Hal itu dilakukan karena pelanggaran ini menjadi salah satu pelanggaran yang sering dikeluhkan oleh masyarakat.
"Itu menjadi salah satu prioritas. Kami akan memposisikan anggota di posisi yang rawan melawan arus, sehingga fatalitas korban kecelakaan dapat berkurang," ucapnya.
Operasi Zebra Lodaya ini dilakukan dengan tujuan mensukseskan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Namun di samping itu, Bismo juga berharap kegiatan ini dapat mengurangi, meminimalisi, bahkan menihilkan angka kecelakaan lalu lintas yang bisa menimbulkan luka ataupun korban jiwa. Ia pun ingin kegiatan ini dapat mengentaskan angka pelanggaran lalu lintas.
Kasatlantas Polresta Bogor Kota, Kompol Ardi Wibowo menyebut pelaksanaan Operasi Zebra Lodaya akan dilakukan secara dinamis dan statis.
"Nanti kami akan hunting (keliling) dimana ada pelanggaran, nanti disitu akan ada anggota dan jajaran dan akan melaksanakan penindakan," jelasnya.
Penindakan akan diterapkan secara manual maupun elektronik menggunakan mesin Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). (fat)
Editor : Yosep Awaludin