RADAR BOGOR - Aksi premanisme terjadi di Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor dan viral di media sosial.
Dalam video yang dilihat Radar Bogor, seorang pria sembari membawa senjata tajam jenis golok marah-marah dan mengajak warga di Gunungsindur duel.
Dalam video tersebut terlihat beberapa orang bersitegang dengan warga Gunungsindur. Mereka tengah mencabut sebuah spanduk yang ada di perumahan.
Terlihat pria berambut pendek mengenakan kaos abu-abu dengan celana panjang berdebat dengan warga sembari menenteng golok yang sudah dilepas dari sarungnya.
"Saya warga pribumi anda pendatang, jangan coba-coba menghalangi pekerjaan kami," ucap pria dalam video tersebut.
Radar Bogor mencoba menelusuri video viral itu. Diketahui lokasi viral video tersebut berada di Perumahan Cluster Madani, Desa Curug, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor. Peristiwa iru terjadi pada Minggu (13/102/2024).
"Betul kejadianya kemarin," ujar salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya kepada Radar Bogor Senin (14/10/2024).
Berawal dari penolakan pembanguan pabrik
Aksi premanisme yang terjadi di Perumahan Cluster Madani, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor itu dipicu dari adanya aksi penolakan pembangunan pabrik yang berada di dekat pemukiman tersebut.
Sumber Radar Bogor mengatakan, aksi premanisme itu terjadi blok 04 Cluster Madani. Kejadian itu berawal dari pemasangan spanduk berisi penolakan pembanguan pabrik di dekat cluster tersebut.
Saat itu warga memasang spanduk penolakan. Tak lama, sekelompok pria menggunakan mobil mendatangi pemukiman warga tersebut.
Saat itu sejumlah emak-emak yang sedang berada di teras rumah dibuat kaget dengan kedatangan sekelompok pria tersebut. Terlebih salah satu pria membawa senjata tajam jenis golok.
Kasus inipun kata dia sudah dilaporkan ke Polsek Gunungsindur. Warga pun berharap ada penindakan perihal aksi premanisme ini. Pasalnya saat ini warga setempat termasuk anak anak mengaku ketakutan pasca kejadian tersebut.
Radar Bogor masih mencoba mengkonfirmasi ke Polsek Gunungsindur perihal kasus premanisme ini. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum mendapatkan keterangan perihal kasus tersebut. (all)
Editor : Yosep Awaludin