RADAR BOGOR-Seorang pria diduga preman yang mengancam warga Perumahan Cluster Madani, Desa Curug, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor sambil membawa golok, kini diburu polisi.
Hal itu dibenarkan Kapolsek Gunungsindur Kompol Budi Santoso. Pihaknya sedang mengejar pria bergolok ancam warga perumahan yang viral di media sosial tersebut.
"Iya, lagi dalam pengejaran tim dari Polres Bogor dan Polsek Gunungsindur," katanya kepada Radar Bogor Senin (14/10/2024).
Diberitakan Radar Bogor sebelumnya, aksi premanisme terjadi di Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor viral di media sosial.
Dalam video yang dilihat Radar Bogor, memperlihatkan seorang pria sembari membawa senjata tajam jenis golok mengamuk dan mengajak warga duel.
Dalam video tersebut terlihat beberapa orang bersitegang dengan warga. Mereka tengah mencabut sebuah spanduk yang ada di perumahan Cluster Madani.
Terlihat pria berambut pendek mengenakan kaos abu-abu dengan celana panjang berdebat dengan warga sembari menenteng golok yang sudah dilepas dari sarungnya.
"Saya warga pribumi (akamsi) anda pendatang, jangan coba-coba menghalangi pekerjaan kami," ucap pria dalam video tersebut.
Radar Bogor mencoba menelusuri video viral tersebut. Diketahui lokasi viral video tersebut berada di cluster Madani, Desa Curug, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor. Peristiwa iru terjadi pada Minggu (13/102/2024).
Aksi premanisme itu dipicu dari adanya aksi penolakan pembangunan pabrik yang berada di dekat pemukiman tersebut.
Sumber Radar Bogor mengatakan, peristiwa itu terjadi di blok 04 Cluster Madani. Kejadian itu berawal dari pemasangan spanduk berisi penolakan pembanguan pabrik di dekat cluster tersebut.
Saat itu warga memasang spanduk penolakan. Tak lama, kelompok pria menggunakan mobil Honda jazz warna merah mendatangi pemukiman warga tersebut.
Saat itu sejumlah emak-emak yang sedang berada di teras rumah dibuat kaget dengan kedatangan sekelompok pria tersebut. Terlebih salah satu pria membawa senjata tajam jenis golok.
Kasus inipun kata dia sudah dilaporkan ke Polsek Gunungsindur. Warga pun berharap ada penindakan perihal aksi premanisme ini. (all)
Editor : Yosep Awaludin