RADAR BOGOR - Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor menargetkan memperbanyak program kampung iklim (proklim) dan meningkatkan status beberapa proklim di Kota Bogor.
Perbanyak kampung iklim di Kota Bogor ini, diklain Dinas Lingkungan Hidup, agar proklim bisa semakin merata di seluruh kota.
Kabid Pengendalian Pencemaran Lingkungan (PPL) Konservasi dan Perubahan Iklim (KPI) DLH Kota Bogor Muhammad Haris mengatakan, kampung iklim ini merupakan program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Proklim bertujuan mengajak masyarakat beradaptasi dengan perubahan iklim yang terjadi.
"Ini kompetisi tingkat nasional untuk RW jadi partisipasi Kota Bogor sudah dilakukan sejak 2017 silam hingga saat ini," katanya.
Tahun ini terdapat tiga proklim di Kota Bogor yaitu RW 7 Kelurahan Tanah Sareal dan Perumahan Kedung Badak Baru dengan predikat Utama serta RW 9 Kelurahan Cipaku dengan predikat madya. Ketiga proklim ini telah memiliki sejumlah program yang memenuhi kriteria proklim.
"Jadi mereka harus punya program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Contohnya seperti pengolahan sampah, ketahanan pangan, itu pencegahan banjir, energi bersih, dan lain sebagainya," jelasnya.
Haris menjelaskan pencapaian Kota Bogor di proklim ini sendiri sudah sangat baik. Diantaranya raihan predikat utama itu merupakan salah satu raihan terbaik diantara kota/kabupaten lain di Jawa Barat.
"Salah satu penilaian penting di proklim ini yaitu inovasi dan partisipasi warga jadi kita hanya bisa mengarahkan," ungkapnya.
Melihat pencapaian ini, DLH sendiri berencana akan menambah jumlah proklim dan meningkatkan status proklim yang sudah ada. Saat ini setiap tahun mereka membawa lima proklim untuk penilaian.
"Tentu akan kita tingkatkan dengan mendorong warga untuk aktif berpartisipasi. Karena kuncinya ini di partisipasi warganya," ujarnya.
Menurutnya walaupun mereka telah memfasilitasi prokilm namun bila tidak ada keinginan dari warga sendiri maka akan sulit. Untuk meningkatkan partisipasi ini mereka juga akan mencoba mencarikan CSR ke wilayah prokilm.
"CSR ini memang belum tergarap secara maksimal kita masih perlu menggandeng perusahaan atau pihak swasta agar ikut terlibat dalam proklim lni," bebernya.
Dia berharap tahun depan prokilm bisa bertambah jumlahnya. Lalu proklim yang sudah ada ditingkatkan predikatnya, madya menjadi utama, dan utama menjadi lestari.
"Predikat utama tahun ini berawal dari madya tahun lalu jadi kita persiapkan lagi agar naik ke lestari. Sedangkan yang madya juga akan ditingkatkan jadi utama tahun depan," harapnya.
Kampung iklim ini diklaim mampu memberikan dampak positif terhadap masyarakat itu sendiri. Ini yang kemudian akan dijadikan dorongan ke masyarakat agar ikut berpatisipasi dalam proklim tahun depan.
"Sampah warga akan berkurang, hemat energi juga wilayahnya dan bisa mengantisipasi bencana. Jadi intinya dampaknya akan kembali ke masyarakat," ungkapnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga