RADAR BOGOR-Kantong parkir truk tambang di wilayah Kecamatan Parung Panjang dan Tenjo Bogor terbengkalai.
Kantong parkir yang hanya beroperasi seminggu itu kini nasibnya tak terurus. Tak ada petugas yang jaga. Para sopir truk tambang pun tak ada yang mau parkir di sana.
Ditanya soal terbengkalainya kantong parkir truk tambang, PJ Bupati Bogor Bachril Bakri mengaku akan mempelajari permasalahan tersebut.
"Iya, kami akan mempelajari. Sudah ada langkah yang akan kami ambil," katanya kepada Radar Bogor Rabu (16/10/2024).
Ia berjanji, dirutnya akan menyelesaikan perihal kantong parkir yang terbengkalai tersebut. "Tunggu saja waktunya, akan kami selesaikan," tuturnya.
Seperti diketahui, kantong parkir truk tambang yang berada di perbatasan Parung panjang dan Kecamatan Tenjo terbengkalai.
Sopir truk tak ada satupun yang masuk ke kantong parkir yang diresmikan pada bulan Mei 2024 lalu itu. Para sopir memilih tancap gas. Mencari parkir di bahu jalan.
Hal itu bukan tanpa alasan, para sopir tak melirik kantong parkir, lantaran tak ada petugas yang mengarahkan untuk masuk. Juga mengatur parkir truk yang menunggu jam operasional.
"Gak ada yang ngatur, gak ada yang nyuruh masuk, ya jalan aja. Kalau diputer balik di cimanceri, paling parkir di warung pinggir jalan," kata Soleh salah satu sopir truk tambang kepada Radar Bogor.
Ia mengaku tak masalah jika harus masuk kantong parkir, namun ada yang mengatur untuk parkir. Juga bertanggungjawab jika truk ambles.
"Sekarang kalau parkir ke sana sendiri, ya resiko besar. Apalagi banyak area yang ambles," tuturnya.
Sebelumnya, kantong parkir truk tambang tak beroperasi. Tak ada truk yang parkir di sana. Tak ada satupun petugas yang berjaga di sana. Kondisinya kosong.
Kondisi kantong parkir itu kini tak terurus. Beberapa tanahnya ambles. Warga menyebut proyek jangka pendek permasalahan jam operasional truk tambang itu mubazir. (all)
Editor : Yosep Awaludin