Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Viral, Ini Cerita Warga yang Minta-minta ke Wisatawan di Danau Lido Bogor

Septi Nulawam Harahap • Jumat, 18 Oktober 2024 | 22:05 WIB
Viral, Ini Cerita Warga Bogor yang Minta-minta di Danau Lido
Viral, Ini Cerita Warga Bogor yang Minta-minta di Danau Lido

RADAR BOGOR - Sudah 16 tahun, Leni mengais rezeki dari wisatawan, di sisi Danau Lido, Cigombong, Bogor.

Dari 2008, dia bersama keluarganya mengharapkan pemberian uang dari wisatawan yang datang ke Danau Lido Bogor.

Biasanya, wisatawan yang datang ke Danau Lido Bogor itu, adalah turis-turis timur tengah.

Sembari menyantap makanan di atas perahu rakit, wisatawan asal Arab Saudi itu menghampiri saung kayu yang dibuat Leni bersama warga lainnya.

"Kami tidak maksa, wisatawan arab atau Indonesia datang sendiri pakai rakit terus kasih uang berapa aja," ucapnya kepada Radar Bogor, Jum'at (18/10).

Di saung Leni berada, kira-kira ada 10 orang. Mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. Leni mengaku semuanya keluarga.

Untuk ke saungnya, Leni harus menempuh jalan kaki sekitar satu jam.

Meski sebagian ada yang menggunakan kendaraan motor melalui jalan belakang proyek MNC Land.

Sementara total saung tempat para warga meminta-minta itu ada sekitar 13 saung. 

Semenjak viral, Leni merasa sedih sebab kegiatannya itu dinarasikan negatif.

Menurutnya, apa yang beredar di media sosial tidak seperti yang terjadi sebenarnya.

"Saya juga bingung kenapa baru diviralin sekarang, padahal video yang beredar itu tidak benar. Sekarang orang-orang timur tengah malah senang ke sini," katanya.

Alasan ekonomi yang membuat Leni dan keluarganya bertahan hidup dari uang pemberian para turis tersebut.

Bukan tidak ingin beralih profesi, namun dia mengaku kesulitan mencari pekerjaan.

"Bukannya kita gak mau kerja, tapi bagaimana, kehidupan kita sehari-hari begini, cari makan di sini, sekarang di sini juga yang mencari kerjaan yang pribumi sini susah untuk masuk MNC Land," aku Leni.

Sementara Jajang, yang juga hidup dari hasil mengharapkan uang dari turis arab juga mengaku tidak ada pilihan lain.

Sulitnya menjadi pekerjaan membuat dirinya memilih hal tersebut.

"Dari sini juga kurang cukup buat kebutuhan sehari-hari, kalau rame paling Rp 300 ribu, itu juga dibagi sampai 10 orang. Kalau sepi kaya sekarang paling cuman Rp 50 ribu," tutur Jajang.

Mereka mengaku pasrah jika pada akhirnya dilarang untuk melakukan aktivitas minta-minta. 

Namun mereka berharap adanya kebijaksanaan dari pemerintah dan juga menghadirkan solusi atas persoalan ekonomi yang mereka hadapi.

"Kami juga tidak maksa, tidak melanggar aturan, kalau disuruh libur kami libur," tandas Jajang.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #danau lido #wisatawan