Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tren Ngamen Karaoke Menjamur di Kota Bogor, Bisa Hasilkan Pundi Rupiah Ratusan Ribu per Hari

Reka Faturachman • Minggu, 20 Oktober 2024 | 09:48 WIB
Salah satu pengamen karaoke di Alun-Alun Kota Bogor
Salah satu pengamen karaoke di Alun-Alun Kota Bogor

RADAR BOGOR - Musisi jalanan di Kota Bogor semakin kreatif. Mereka tidak lagi membutuhkan alat musik untuk mengiringi nyanyiannya. Lantunan lagu dan melodi dibunyikan lewat pemanfaatan teknologi dan media sosial.

Para pengamen di Kota Bogor ini menggunakan metode baru saat tampil, mereka mengadopsi sistem karaoke sederhana dengan berbekal handphone dan speaker.

Seperti yang dilakoni salah satu pengamen di Alun-Alun Kota Bogor, Deko. Pria asal Jakarta itu kerap menggelar panggung ngamennya di depan akses masuk Alun-Alun Kota Bogor dari arah Jalan Dewi Sartika.

Tak seperti pengamen lain, yang membutuhkan alat musik ia justru berbekal handphone dan speaker. Handphone digunakannya sebagai sumber melodi dan monitor lirik, sementara speaker sebagai pengeras suara.

Ia kemudian tampil dengan membaca lirik di handphonenya sembari mengikuti alunan melodi dari speaker.

Untuk memudahkannya saat karaoke, Deko memasang tiang mic yang dirakit sedemikian rupa sehingga dapat sekaligus menjadi tempatnya meletakan handphone yang berfungsi sebagai monitor lirik.

Deko mulai mengamen di Alun-Alun Kota Bogor sejak awal tahun 2024. Baginya pekerjaan ini amat cocok untuk dirinya yang memiliki hobi menyanyi dan menghibur orang.

"Pekerjaan ini membuat saya senang karena bisa berbagi rasa bahagia dengan banyak orang, terutama yang juga menyukai musik," ujarnya.

Lagu yang dinyanyikannya kebanyakan bergenre pop dan datang dari musisi-musisi barat. Senada dengan selera musiknya. Namun ia tak menolak jika ada warga yang request untuk dinyanyikan lagu dangdut.

"Warga boleh request bahkan kalau mereka mau bisa nyanyi sendiri. Nanti saya setelkan lagu dan liriknya di handphone. Tidak ada tarif yang ditetapkan, seikhlasnya saja," terang Deko.

Ia menyanyi di Alun-Alun Kota Bogor hampir setiap hari sejak pukul 16.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB. Di akhir pekan jam kerjanya lebih panjang sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB.

Dalam sehari, Deko bisa mengantongi uang sebesar Rp100-120 ribu. Jumlah ini bisa bertambah lebih banyak di akhir pekan.

"Alhamdulillah cukup untung memenuhi kebutuhan sehari-hari meskipun tidak ngecrek (keliling). Karena bagi saya orsng yang memberi dengan cara seperti ini sepertinya lebih ikhlas dan tidak merasa terganggu," ucap dia.

Selain Deko, profesi mengamen dengan konsep karaoke ini juga ditekuni Entis (50). Pria yang berdomisili di Cimahpar itu setiap pekan menggelar lapak ngamennya di depan Stasiun Bogor.

Seperti halnya Deko, Entis juga tampil mengamen dengan peralatan yang sama yakni speaker dan tiang microphone.

"Kalau saya bekerja seperti ini hanya untuk tambahan saja. Karena di hari biasa saya sudah bekerja serabutan di proyek," ucapnya.

Bagi Entis, pekerjaan ini selain menguntungkan dari segi materi juga memberikannya kesenangan. Sebab menyanyi merupakan hobi yang digemari olehnya.

Ia biasa mengamen di hari Sabtu dan Minggu sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB malam. Jam kerja Entis lebih terbatas karena spot ngamennya berdekatan dengan Stasiun Bogor.

"Saya tidak bisa terlalu lama dan melebihi batas waktu. Karena akan ditegur oleh pihak keamanan," ungkapnya. (fat)

Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #karaoke #pengamen