RADAR BOGOR, Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor, angkat bicara terkait viralnya aksi warga minta-minta di kawasan wisata Danau Lido, Kecamatan Cigombong.
Kepala Disbudpar Kabupaten Bogor, Yudi Santosa mengatakan, aksi minta-minta warga di kawasan wisata Danau Lido itu bukan terjadi tiba-tiba.
Awalnya aksi warga yang minta-minta itu dianggap baik dalam menyambut para wisatawan yang berkunjung ke Danau Lido.
"Aktivitas itu dianggap baik dalam kegembiraan ada tamu asing, khususnya dari timur tengah, dengan membaca sholawat dan dibalas dengan memberikan uang kepada warga yang ada di pinggir danau," ujarnya saat dihubungi Radar Bogor, Minggu (20/10/2024).
Namun, lanjut Yudi, beberapa waktu belakangan ini terjadi pergeseran makna ke arah negatif dari kegiatan minta-minta tersebut.
Warga dinilai hanya memanfaatkan belas kasihan dari wisatawan, dan mendapat uang dengan melakukan aksi minta-minta seperti sekarang.
"Pergeseran makna ke arah negatif, sehingga terkesan meminta-minta dengan cara yang berbahaya," tambahnya.
Disbudpar sendiri mengaku sudah mengecek ke wisata Danau Lido dan berkomunikasi dengan aparatur desa dan kecamatan setempat.
Dalam hal ini Disbudpar Kabupaten Bogor tidak ingin viralnya aksi tersebut berdampak pada tingkat kunjungan wisata, dan citra pariwisata di Kabupaten Bogor.
Untuk itu, masih Yudi, dia meminta adanya penanganan secara kolaboratif dengan melibatkan desa wisata dan juga Dinas Koperasi dan UKM.
Termasuk juga berkolaborasi dengan Kawasan Ekonomi Khudus Lido untuk membantu menunjang perekonomian warga setempat.
"Bagaimana kami mendorong kecamatan dan desa untuk pemberdayaan warganya melalui pelatihan UMKM, sehingga mereka bisa berjualan kepada turis yang dating ke Danau Lido," tandasnya.(cok)
Editor : Alpin.