RADAR BOGOR, Pemerintah Kecamatan Megamendung, memanggil pihak perusahaan imbas aksi warga menutup akses jalan menuju Bendungan Ciawi, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.
Pemanggilan dilakukan agar pihak perusahaan dapat bermusyawarah dengan warga yang melakukan aksi penutupan Jalan Menuju Bendungan Ciawi.
Kepala Seksi Trantib Kecamatan Megamendung, Momo mengatakan, pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap pihak perusahaan.
"Kami dari kecamatan menyarankan agar kedua belah pihak bermusyawarah untuk segera mendapatkan kesepakatan dan titik temu," ujarnya, Minggu (20/10).
Untuk itu, dia meminta pihak perusahaan segera memenuhi panggilan dan menjalin komunikasi dengan warga, serta Pemerintah Desa Cipayung, Megamendung.
Sementara itu, Kepala Dusun 3 Desa Cipayung, Bahrudin menuturkan bahwa warga siap untuk bersinergi dalam proyek pemeliharaan Bendungan Ciawi.
"Ini proyek pemerintah, jadi jika keinginan warga diakomodir, kami pasti akan bersinergi," ujar Bahrudin.
Terkait pemasangan portal, menurutnya bahwa warga siap untuk membuka kembali selama tuntutan warga dipenuhi dan telah menemukan kesepakatan.
"Saya jamin masyarakat akan membuka akses jalan ini jika warga di sini terlibat dalam pekerjaan proyek Bendungan Ciawi," tukasnya.
Sebelumnya, warga Kampung Cibogo Udiklat, Desa Cipayung, Megamendung melakukan aksi pemasangan portal di akses jalan menuju proyek pemeliharaan Bendungan Ciawi.
Aksi ini merupakan bentuk protes warga terhadap perusahaan yang menggunakan jalan desa tanpa pemberitahuan.
Selain meminta dilibatkan, warga khawatir proyek Bendungan Ciawi berimbas pada rusaknya jalan desa tersebut.(cok)
Editor : Alpin.