RADAR BOGOR - Suhu dan cuaca panas menghinggapi warga Kota Bogor beberapa hari ini. Padahal saat ini, curah hujan sering terjadi namun matahari tetap terasa panas. Panasnya suhu Kota Bogor ini juga dibenarkan BMKG.
Forecaster Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Barat Asri Rachmawati mengatakan pengamatan di Stasiun Klimatologi Jawa Barat wilayah Kota Bogor menunjukan rerata suhu maksimum bulan Oktober adalah 32.5 C. Tanggal 21 Oktober kemarin memiliki suhu tertinggi yaitu 35,3 C.
"Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan meskipun suhu di Kota Bogor saat ini lebih panas dari rata-ratanya. Namun berdasarkan ketentuan yang berlaku kondisi saat ini belum dikategorikan sebagai suhu ekstrem," katanya berdasarkan data BMKG.
Ia menyebut banyak hal yang membuat suhu meningkat seperti berkurangnya tutupan awan, berkurangnya lahan hijau, sampai peningkatan polusi udara sehingga mendorong terjadinya efek rumah kaca.
Selain itu dalam setahun suhu panas juga akan meningkat saat periode intensitas hujan relatif rendah.
"Namun perlu diingat Kota Bogor wilayah Zona satu musim sehingga tidak mengenal adanya musim hujan atau kemarau. Atau secara klimatologis, tidak ada perbedaan signifikan antara periode kemarau dan musim hujan," sebutnya.
Tak hanya itu, Forecaster BMKG lain, Amrya Khaerima, menjelaskan data BMKG juga menunjukkan 21 Oktober 2024 merupakan hari dengan suhu tertinggi di Kota Bogor sepanjang tahun 2024 ini. Suhu ini lebih tinggi dibanding saat musim kemarau di periode Juli-Agustus kemarin.
"Iya (hari terpanas) kalau ditinjau dari suhu pengukuran," ujarnya.
Panasnya suhu udara Kota Bogor ini disebut akan mulai mereda saat hujan sudah mulai rutin turun. Suhu akan turun menyesuaikan dengan intensitas hujan yang tinggi.
"Suhunya akan kembali turun, karna tutupan awan yang minim ini juga menjadi faktor dominan cuaca terasa lebih panas," bebernya.
Lebih jauh, BMKG menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan waspada. Masyarakat disarankan menjaga kesehatan dengan banyak minum air putih, menggunakan tabir surya dan pelindung matahari seperti payung, topi, kacamata dan lainnya.
"Dan agar dapat lebih berhati-hati pada saat hujan berkurang akan potensi kebakaran. Tetap update informasi cuaca, iklim maupun gempa di sumber yang terpercaya yaitu BMKG," jelasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga