RADAR BOGOR - Perdana Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, menghelat kejuaran pencak silat tingkat nasional yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah.
Kejuaran pencak silat tingkat nasional itu diberi nama UIKA Championship yang diinisiatori oleh Unit Kegiatam Mahasiswa (UKM) Merpati Putih UIKA Bogor.
Ketua Pelaksana Kejuaran Pencak Silat UIKA Championship 2024, Muhammad Aditya Kurnia mengutarakan, kegiatan tersebut bakal berlangsung selama tiga hari, sejak, Jumat (25/10/2024) hingga Minggu (27/10/2024) mendatang di Bogor.
Aditya mengaku, meski pelaksanaan kejuaraan pencak silat yang dipimpinnya itu perdana, namun berhasil menghadirkan antusiasme para peserta.
Terbukti, kata Aditya pada kegiatan tersebut diikuti oleh 750 peserta, mereka terdidir dari berbagai kalangan pelajar, mulai dari SD hingga mahasiswa.
“Untuk tingkat SD 280, kemudian SMP 190, dan untuk anak SMA kurang lebih 200 sementara mereka yang berasal daei kalangan mahasiswa ada sekitar 100 orang,” ungkap Aditya pada Radar Bogor.
Lebih lanjut, Aditya menjelaskan bahwa selama 3 hari kegiatan berlangsung setidaknya ada tiga kategori yang dipertandingkan.
Pertama yaitu Pemasalan yang diperuntukan khusus anak SD, lalu kemudian ada kategori Semi Prestasi dan untuk mereka kalangan dewasa ada juga kategori prestasi.
Kegiatan tersebut juga sontak disambut baik oleh pihak rektorat, dalam hal ini Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Hambari, Ia mengaku sangat bangga terhadap mahasiswa yang telah berinisiatif menyelenggaakan kejuaraan pencak silat ini.
“Ini bukti kepedulian parah mahasiswa kami, terhadap pelestarian budaya Indonesia yaitu pencak silat, tentu kami sebagai Wakil Rektor sangat menyambut baik,” jelas Hambari.
Bukan cuma hambari Kepal Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Bogor Taufik, juga turut mengutarakan hal serupa, bahkan Ia menyebut UIKA salah satu kampus yang aktif menyelenggarakan kegiatan olahraga.
“Karena cukuo banyak, yang di adakan kemarin futsal yang diikuti oleh semua pelajar, dan sekarang ada lagi pancak silat. Ini luar biasa kami sangat bangga,” kata Taufik.
Taufik menyebut bahwa keberadaan seni bela diri pencak silat patut menjadi sebuah kebanggaan masyarakat Indonesia, terkhusus bagi Koya Bogor.
Sebab Taufik mengutarakan bahwa pencak silat masuk sebagi cagar budaya tanpa benda pada tahun 2019 dari Unisco, sehingga hal itu harus menjadi motifasi bagi para atlit yang ada di Kota Bogor.
“Semoga setelah ini para atlit pencak silat bisa terus mengembangkan prestasinya dan yang terpenting bisa melesetarikan kebudayaan nusantara,” pungkasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga