Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dampak Konflik Agraria di Desa Iwul Parung Bogor, Mata Air Terancam Hilang

Arif Al Fajar • Senin, 28 Oktober 2024 | 11:27 WIB
Warga Desa Iwul, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, menggelar aksi protes terhadap pengembang yang menyerobot lahan garapan mereka.
Warga Desa Iwul, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, menggelar aksi protes terhadap pengembang yang menyerobot lahan garapan mereka.

RADAR BOGOR-Konflik agraria di Desa Iwul, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor mengancam keberadaan mata air di desa tersebut.

Korlap Forum Jajaka (Jaga Alam Jaga Kampung) Jarkasih mengatakan di lokasi lahan tersebut ada banyak mata air yang menjadi sumber kebutuhan warga Desa Iwul." Ada 12 titik mata air," katanya kepada Radar Bogor.

Kata dia, saat ini beberapa kondisi mata air mulai hilang semenjak adanya konflik agraria di Desa Iwul. "Ada enam yang sudah mulai rusak," akunya.

Jarkasih mengaku, masyarakat Desa Iwul tidak keberatan dengan status kepemilikan lahan tersebut. Mereka mengaku rela melepas lahan garapan mereka. Dengan catatan, kondisi lahan tidak berubah.

"Dari awal juga kami tidak mengklaim lahan tersebut. Tapi kami ingin lahan tersebut tetap seperti apa adanya," katanya kepada Radar Bogor.

Warga pun tak meminta kompensasi berupa uang. Kata dia, warga hanya ingin kondisi alam tetap terjaga. Karena selama ini, lahan tersebut juga menjadi sumber oksigen bagi masyarakat, sumber air bagi masyarakat.

"Jika dibangun perumahan, kebutuhan air masyarakat terganggu. Jadi dari awal kami tidak pernah mengklaim lahan tersebut," akunya.

Intimidasi Oknum Aparat

Jarkasih mengaku, selama memperjuangan lahan tersebut, masyarakat Desa Iwul sering mendapatkan intimidasi. 

"Intimidasi selalu ada, dari oknum aparat yang masih aktif, ormas juga," akunya.

Namun, kata dia, masyarakat Desa Iwul kompak. Terus melawan. Terbaru mereka melakukan aksi unjuk rasa mendatangi pos pengamanan salah satu perumahan tersebut lantaran warga dihadapkan dengan oknum aparat aktif.

"Kami kemarin melakukan demo ke sana, Alhamdulillah informasi terbaru sudah ada penindakan oleh satuannya terhadap oknum tersebut," tuturnya.

Ditanya sampai kapan, Jarkasih mengaku, masyarakat akan terus melakukan perlawan sesuai hukum yang berlaku.

Semua perlawanan, kata dia dilakukan tanpa melanggar hukum. "Kami taat aturan hukum, kami akan terus berjuang," tukasnya.

Radar Bogor mencoba mengkonfirmasi kepada pihak pengembang perumahan. Namun hingga saat ini, masih belum bisa mendapatkan keterangan dari pihak pengembang. (all)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #parung #konflik agraria #Desa Iwul