RADAR BOGOR - Gerobak siomay milik Ujang Nia (40) di Kelurahan Tajur, Kecamatan Bogor Timur tampil nyentrik, dan berbeda dari gerobak siomay pada umumnya.
Gerobak siomay hasil kreatifitas Ujangdi Tajur Bogor itu justru lebih tampak seperti bus pariwisata. Tak disangka, gerobak itu ternyata dibangun dari barang-barang bekas.
Hampir seluruh bagian gerobak siomay Ujang yang berjualan di pinggir Jalan Tajur Bogor, terlihat seperti bus pariwisata.
Badan gerobaknya didesain layaknya body eksterior bus. Gerobak ini bahkan dilengkapi dengan spion, lampu, bumper, hingga lubang AC yang sering ditemukan dalam bus pariwisata.
Gerobak itu dirancang sendiri oleh Ujang lewat kreatifitas yang dimilikinya.
Ia bercerita, ide modifikasi gerobak itu bermula dari keresahannya saat melihat jeriken-jeriken bekas di Bengkel di dekat tempat mangkalnya.
"Akhirnya saya punya inisiatif untuk memanfaatkan limbah itu. Jeriken itu saya cuci lalu ditempel di gerobak siomay. Saya susun sehingga seperti body bus pariwisata," ujarnya.
Ujang mengaku tidak memiliki desain atau konsep yang ditentukan sejak awal ketika mengolah limbah tersebut.
Kreatifitasnya berjalan dengan spontan dan hanya mengandalkan pengetahuan yang dimiliki.
"Ini dibuatnya secara bertahap. Awalnya pinggir dulu lalu ke bagian lain. Saat berjalan akhirnya mengarah ke bus pariwisata. Karena bagi saya yang penting enak dilihat. Semuanya secara otodidak dan tidak melihat dari internet, karena hp saya tipe lama (jadul)," tutur Ujang.
Namun di tengah keterbatasan itu, daya kreatif Ujang justru semakin menguat.
Limbah-limbah oli itu berhasil disulapnya sedemikian rupa sehingga tampak persis seperti bagian-bagian bus.
Gerobak miliknya pun banyak dipuji dan berhasil membuat banyak mata tertarik untuk melirik.
Beberapa pekan terakhir, gerobak Ujang menjadi sorotan usai viral di media sosial.
Netizen menjuluki gerobak Ujang dengan sebutan Gerobak Transformer.
"Saya sebenernya tidak tahu kalau viral. Karena jarang main HP. Tahunya dari orang lain. Karena viral akhirnya banyak yang datang memvideo dan memfoto gerobak ini," ungkap pria asal Garut itu.
Kondisi ini pun membawa keberkahan tersendiri untuknya. Jumlah peminat siomaynya semakin banyak.
Dalam sehari, Ujang bisa menjual hingga 500 buah siomay.
Selain karena gerobaknya yang unik, siomay Ujang juga memiliki cita rasa yang menggiurkan.
Ia menyebut aspek rasa dan bahan yang berkualitas memang menjadi prioritas utamanya ketika memproduksi siomay.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga