RADAR BOGOR - Warga diimbau waspada soal mewabahnya demam berdarah dengue (DBD), beriringan dengan Kota Bogor yang mulai memasuki musim hujan.
Mencegah dan juga mengedukasi masyarakat, Radar Bogor pun menggandeng Dinkes Kota Bogor, RS Azra dan Pestigo menggelar talkshow soal pencegahan DBD di saat musim hujan.
Talkshow mencegah DBD saat musim hujan ini, menghadirkan narasumber ahli seperti Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr Sri Nowo Retno, M.A.R.S dan Dokter spesialis anak RS Azra Bogor, dr Wita Rostania, Sp.A.
Selain itu hadir juga narasumber dari Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia, Dr Ayi Muhiban, SE.,MM dan Sulkifly Baro, SP., PLT.
Talkshow ini digelar di Graha Pena Radar Bogor pada Senin (28/10/2024).
Dokter spesialis anak RS Azra Bogor, Wita Rostania mengatakan demam berdarah memiliki beberapa fase dan biasanya selesai pada hari ke 7.
Saat terkena DBD badan akan sakit-sakitan dan cairan tubuh akan menurun.
"Hal ini membuat kita harus memastikan cairan tubuhnya tercukupi agar bisa melewati fase DBD," katanya.
Saat terkena DBD dia pun perawatan harus dilakukan di rumah sakit atau puskesmas. Hal ini sebab pemantauan bisa dilakukan dengan maksimal.
"DBD akan terus menyelesaikan fasenya tidak bisa selesai di fase atau waktu tertentu. Kita bisa hanya bisa memantau sambil meningkatkan metabolisme anak," ungkapnya.
Dia pun mengimbau agar masyarakat untuk segera membawa pasien DBD ke fasilitas kesehatan. Hal ini agar pasien bisa ditangani dengan cepat dan benar.
"Jangan saat fase kritis baru dibawa ke rumah sakit karena akan sulit penanganannya. Untuk mencegah juga bisa diberikan vaksin DBD untuk anak," ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno menjelaskan saat ini fasilitas kesehatan baik RS dan Puskesmas sudah disiapkan dengan baik agar bisa mencegah korban DBD.
Setiap pasien DBD datang akan ditangani secara tepat dan sesuai prosedur.
"Saat ini setiap fasilitas kesehatan diminta untuk memberikan laporan lengkap saat menemukan pasien DBD. Ini untuk melihat angka DBD di Kota Bogor secara akurat," jelasnya.
Selain itu, mereka juga aktif melakukan pencegahan dengan mengecek langsung potensi DBD di wilayah.
Mereka pun rutin mensosialisasikan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan 3M plus.
"Gerakan 3M Plus terdiri dari menguras/membersihkan tempat air, menutup rapat tempat-tempat penampungan air, dan memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas. Lalu plusnya itu mencegah gigitan nyamuk dengan obat nyamuk atau sebagainya," bebernya.
Dia memastikan Pemkot Bogor saat ini memiliki komitmen tinggi terhadap pencegahan DBD.
Mereka akan terus melakukan program mencegah penyakit DBD yang bisa sampai memakan korban jiwa ini.
"Saat ini juga anggaran masih mencukupi untuk penanganan DBD. Kami akan terus berkomitmen untuk mencegah DBD," ungkapnya.
Tak hanya dari sektor pemerintah, perusahaan swasta juga ternyata punya komitmen yang sama dalam pencegahan DBD.
Salah satunya dari Pestigo dan Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (Aspphami).
Ketua DPD Aspphami Jawa Barat Ayi Muhiban, mengatakan Aspphami selalu mengambil bagian dalam upaya mencegah penyakit akibat hama seperti nyamuk.
Mereka sering melakukan sosialisasi kepada warga cara mencegah DBD.
"Kami juga sering melakukan kolaborasi dengan pemerintah untuk melakukan sosialisasi," katanya.
Ia menuturkan mereka sebagai perusahaan selain mencari keuntungan juga memiliki tanggung jawab sosial.
Tanggung jawab sosial ini yaitu dengan membantu pencegahan penyebaran DBD di masyarakat.
"Jadi kami punya komitmen yang sama untuk mencegah penyakit DBD akibat nyamuk," tuturnya.
General Manager Pestigo, Sulkifly Baro mengungkapkan mereka sering melakukan pencegahan DBD di sejumlah kawasan khususnya perumahan.
Sebab DBD saat ini tak hanya berkembang di pemukiman padat penduduk namun juga di perumahan perkotaan.
"DBD ini kami juga melakukan pencegahan, kalau pemerintah di lingkungan masyarakat maka kami berfokus di kawasan industri atau perusahaan," ungkapnya.
Baca Juga: SMAN 1 Dramaga Bogor Dua Kali Berurut Jadi Sekolah dengan Jumlah Siswa Diterima PTN Terbanyak
Metode pencegahan yang dilakukan oleh Pestigo juga telah menggunakan alat modern.
Mereka mencegah nyamuk mulai dari masih jentiknya sampai dewasa.
"Jadi ada beragam metode yang dilakukan untuk penanganan nyamuk. Kami menggunakan peralatan yang modern tidak lagi tradisional," bebernya.
Metode ini diklaim lebih efektif dibandingkan metode tradisional.
Alat yang mereka miliki selain membunuh jentik nyamuk, juga menarik nyamuk ke alat tersebut untuk dibasmi.
"Kami pun terbuka untuk berkolaborasi dengan pemerintah untuk menerapkan metode pencegahan DBD kamu ke masyarakat. Hal ini agaf masyarakat menggunakan metode modern yang lebih efektif," pungkasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga