Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kembangkan Budidaya Lobster, Tim PKM Unida Bogor Manfaatkan Maggot Untuk Pakan dalam Sistem Akuaponik 

Yosep Awaludin • Selasa, 29 Oktober 2024 | 10:59 WIB
Tim Dosen Fakultas Pertanian (Faperta) Unida Bogor pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat.
Tim Dosen Fakultas Pertanian (Faperta) Unida Bogor pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat.

RADAR BOGOR—Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema "Pemanfaatan Maggot untuk Pakan Lobster dengan Sistem Akuaponik" diselenggarakan oleh dosen Fakultas Pertanian (Faperta) Unida Bogor.

Dengan dipimpin oleh Dr. Dudi Lesmana, S.Pi, M.Si, dan dihadiri oleh Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi, M.Si, dan Dr. Abdullah, S.Pt, M.Si, kegiatan tersebut diadakan pada hari Sabtu, 10 Agustus 2024, di Gapoktan Bina Sejahtera Kabupaten Bogor.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan cara menggunakan maggot untuk budidaya lobster air tawar Cherax quadricarinatus di sistem akuaponik.

Program ini merupakan bagian dari hibah pengabdian masyarakat yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Riset Republik Indonesia, melalui skema Program Kemitraan Masyarakat (Nomor Kontrak Induk 067/E5/PG.02.00/PM.BATCH.2/2024).

Dalam sambutannya, Dr. Dudi Lesmana, S.Pi, M.Si, ketua PKM Unida, menyatakan bahwa tujuan dari kegiatan PKM dosen ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Gapoktan Bina Sejahtera tentang cara menggunakan pakan maggot untuk budidaya lobster air tawar dengan sistem akuaponik.

Dr. Dudi Lesmana, S.Pi, M.Si juga menyatakan bahwa mahasiswa Fakultas Pertanian Unida juga terlibat dalam kegiatan ini untuk mendampingi anggota kelompok.

"Tim PKM Unida berharap semua anggota Gapoktan dapat memanfaatkan instalasi maggot dan akuaponik serta dapat menjalankan proses budidaya lobster air tawar dengan baik sesuai SOP sehingga dapat memproduksi maggot, lobster, dan tanaman secara berkelanjutan," tuturnya.

Dr. Abdullah, SPt, MS, sebagai pemateri, juga mengatakan bahwa maggot adalah larva Black Soldier Fly lalat dengan kandungan protein 40-45%. Dia juga menjelaskan bahwa maggot dapat dibuat dengan mudah dengan menggunakan sampah organik.

"Maggot adalah larva lalat jenis Black Soldier Fly, yang mulai dikembangkan sebagai pakan alternatif bagi ikan karena kandungan proteinnya tinggi, mencapai 40-45% berat keringnya. Kandungan nutrisi lain dalam maggot termasuk lemak 30-35%, abu 11-15%, kalsium 4,8-5,1%, dan mineral," katanya.

"Maggot juga dapat diproduksi dengan cara yang mudah dan sederhana yakni dengan memanfaatkan sampah organik sehingga ketersediaannya berkelanjutan," sambungnya.

Penggunaan tepung maggot BSF (maggot BSF meal) diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap protein dari tepung ikan (tepung ikan) dan tepung kedelai (tepung kedelai), yang harganya semakin meningkat setiap hari.

Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si., kemudian menyampaikan materi tentang Dinamika Kelompok dan Analisis Usaha Bersama Budidaya Lobster Air Tawar.

Dia menjelaskan bahwa budidaya lobster air tawar yang dikombinasikan dengan akuaponik dan pemberian pakan maggot adalah metode inovatif untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan akuakultur sehingga dapat menghasilkan lebih banyak lobster air tawar.

Harun Arrasyd, Ketua Gapoktan Bina Sejahtera, juga mengucapkan terima kasih kepada Fakultas Pertanian Unida yang telah mempercayai Gapoktan Bina Sejahtera untuk berkolaborasi dengan program pengabdian masyarakat.

Selain itu, dia mengatakan bahwa saat ini anggota kelompok membutuhkan kegiatan pemberdayaan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka, terutama tentang cara menggunakan pakan maggot untuk budidaya lobster air tawar menggunakan teknologi akuaponik. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#maggot #Unida Bogor #lobster