RADAR BOGOR, Kasus Stunting pada anak di Kabupaten Bogor menjadi PR bagi pemerintah daerah dalam mengatasinya. Sebab, hingga saat ini stunting belum sepenuhnya teratasi oleh Pemkab Bogor.
Seharusnya, pemecahan persoalan stunting pada anak di Kabupaten Bogor ini perlu adanya kolaborasi antara pihak terkait di setiap wilayah, seperti Puskesmas, Kader PKK, Kader Posyandu dan Camat.
Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Bogor, Zainal Ashari mengungkap, selain kolaborasi antar pihak terkait, Pemkab Bogor juga akan menurunkan tim Survei Status Gizi Indonesia ke setiap kecamatan di Kabupaten Bogor.
"Insa Allah dalam waktu dekat kita akan turun Tim dari SSGI kaitan gizi Indonesia, mereka akan turun ke 88 lokus yang ada di 39 Kecamatan dan mereka akan cek in ricek kepada anak-anak yang diindikasikan menjadi stunting," ujarnya kepada Radar Bogor, Rabu (30/10/24).
"Mudah-mudahan untuk Kabupaten Bogor Insa Allah bulan November akan turun tim, mudah-mudah mungkin ada perbaikan," sambungnya.
Tak hanya itu, dalam menyelesaikan penurunan stunting anak, dia menegaskan pimpinan wilayah kecamatan atau Camat harus bisa mendampingi setiap Tim SSGI tersebut.
"Jadi nanti kami menegaskan kepada para Camat kaitan nanti turun kelapangan itu bisa melihat kondisi rill dilapangan. Karna sementara ini kan Kabupaten Bogor seperti data yang turun dari pusat urutan 26 dari 27 Kabupaten Kota," jelasnya.
Begitupun, dia meyakini, optimis bersama PJ Bupati Bogor bisa melakukan penurunan angka stunting terhadap anak di Kabupaten Bogor.
Kata dia berharap, dari 88 lokus yang akan turun, artinya 880 anak terindikasi stunting itu berbeda dengan data di lapangan, atau dibawahnya.
"Jadi dari 88 Lokus yang akan turun itu x 10 berarti 880 anak yang terindikasi stunting. Tapi mudahan dari 880 ini karena kemarin juga kita sudah turun ke lapangan kunker ternyata data antara yang dikeluarkan oleh SSGI dengan kondisi di lapangan itu berbeda," tandasnya.(cr2)
Editor : Alpin.