Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

IPB University Rangkul Desa Cibanteng Kelola Sampah Organik, Perikanan dan Pertanian

Yosep Awaludin • Kamis, 31 Oktober 2024 | 13:55 WIB
Agenda rapat Kordinasi Antara Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan (ESL) IPB University dengan Kelembagaan Pemerintah Desa Cibanteng, Rabu (30/10/2024).
Agenda rapat Kordinasi Antara Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan (ESL) IPB University dengan Kelembagaan Pemerintah Desa Cibanteng, Rabu (30/10/2024).

RADAR BOGOR - Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan (ESL) IPB University bersama Pemerintah Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea, mengadakan rapat koordinasi Rabu (30/10/2024).

Rapat dihadiri seluruh komponen kelembagaan desa, di antaranya semua anggota kelompok pertanian (Poktan) yang ada didesa tersebut.

Tujuan dari rapat itu untuk meningkatkan program industri pertanian dan perikanan desa yang berkaitan dengan manfaat sampah organik jadi komoditi menguntungkan bagi masyarakat.

Ya, dalam sesi yang berlangsung di aula kantor Desa Cibanteng itu, Tim Pelaksana Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA) dari IPB University, banyak menekankan tentang tata cara pengelolaan sampah organik yang sangat berguna bagi industri pertanian maupun perikanan desa.

Meti Ekayani pembicara pertama dari Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan (ESL) IPB University menjelaskan, sampah organik (jenis sisa sayuran, kulit buah buahan seperti pisang, dll) banyak manfaatnya apabila dikelola dengan cara benar.

"Yaitu dapat dijadikan pupuk bagi perkebunan (pertanian) hingga pakan bagi perikanan, makanya Desa Cibanteng saya nilai cocok dan berpotensi untuk pengembangan dan pengelolaannya tersebut," kata Ir. Meti Ekayani Pakar Perikanan dan Pertanian IPB University.

Faisal Nugraha Ahmada dari lembaga Departemen IPB serupa menambahkan, tiga materi yang dikedepankan dalam rapat kordinasi kali ini, di antaranya perihal peluang usaha perikanan, pemantapan Kelembagaan dan tata kelola pengembangan unit usaha Kelompok Tani, dengan materi utamanya adalah Pengelolaan sampah organik yang difokuskan untuk warga.

"Sangat dibutuhkan keseriusan dan kemauan keras dari warga yang tergabung dalam kelembagaan tersebut. Artinya, sumber manfaat pupuk organik bagi pertanian perkebunan dan perikanan, dipastikan tidak lagi akan menyerap biaya besar, terutama mampu menekan pada pembelian pupuk pertanian maupun untuk pakan perikanannya", tukasnya.

Darwin Warsono (Warso) Kepala Desa Cibanteng menekankan, perlunya perhatian besar dari semua warga Cibanteng yang tergabung dalam kelembagaan yang ada, khususnya bagi semua anggota kelompok tani desa, kini tak perlu risau lagi dengan lahan lahan yang sudah mulai menyusut di Cibanteng.

"Meski lahan pertanian dan perkebunan di Desa Cibanteng kini mulai menyempit, akan tetapi warga dituntut untuk bisa memanfaatkan lahan lahan perkarangan yang ada dirumahnya, termasuk mau menggunakan bak bak plastik dam polybag untuk menanam. Saya yakin seluruh ilmu yang diberikan selama ini oleh IPB University ke desa, jika diterapkan lebih serius, pasti akan membawa banyak kemajuan bagi ekonomi warganya", bebernya.

Begitupun mengenai pengelolaan perikanan darat di desa sambung Kades, warga juga mau dituntut untuk lebih memanfaatkan empang yang ada termasuk aliran sungai irigasi, meski luasnya terbatas.

"Nah...dengan apa yang sudah disampaikan oleh IPB University pada Rapat kordinasi ini, merupakan ilmu yang berguna bagi peningkatan swakelola usaha pertanian dan erikanan warga dimasa depan, terlebih untuk keperluan Pakan ikan dan pupuk, nantinya petani tidak akan lagi harus mengeluarkan biasa besar untuk mendapatkannya",pungkasnya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #Desa Cibanteng #ipb university