RADAR BOGOR - Pohon tumbang dan dahan patah jadi salah satu bencana yang paling sering terjadi di Kota Bogor.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor bahkan mencatat terdapat 147 kejadian pohon tumbang di sepanjang tahun 2024.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Devi Librianti mengatakan kebanyakan pohon tumbang berada di luar kawasan hijau yang menjadi kewenangan pihaknya.
"Kalau dilihat dari daftar pohon yang tumbang sebagian besar terjadi di kawasan permukiman yang ada di luar kewenangan Disperumkim. Memang beberapa kasus dari jalur hijau, tapi itu juga mayoritas patah dahan, bukan tumbang," ujarnya.
Devi pun menyebut pohon tumbang maupun patah dahan terjadi di luar dari pohon yang ber-Kartu Tanda Pohon (KTP) dengan mayoritas jenis kicopong, kersen, atau ketapang.
Untuk mencegah kejadian pohon tumbang atau dahan patah terus terulang, Devi berjanji pihaknya akan menggencarkan pemangkasan. Termasuk gerak cepat setiap adanlaporan dahan yang menggantung.
"Kami langsung kerjakan hari itu juga kalau dipandang sudah membahayakan. Kami juga akan membantu wrga yang meminta tolong adanya prmangkasan di wilayah," tekan Devi.
Namun, karena pihaknya tak selalu dapat mengakomodir seluruh permohonan karena personel yang terbatas.
Oleh karena itu Devi mrngimbau warga untuk memangkas pohon yang membahayakan secara swadaya. (fat)
Editor : Yosep Awaludin