RADAR BOGOR - Penilaian negatif terhadap rencana pembangunan cable car atau kereta gantung di jalur Puncak Bogor, terus terdengar.
Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor, Boboy Ruswanto menyebut, rencana cable car dipastikan bukan solusi untuk mengatasi kemacetan di jalur Puncak.
Menurutnya, isu kemacetan masih menjadi persoalan utama di jalur Puncak Bogor, sehingga perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah, bukan soal rencana cable car.
"Jika membahas Puncak, tentu kita tak bisa lepas dari masalah kemacetan, terutama saat libur panjang atau akhir pekan. Namun kita harus terus mencari solusi untuk meminimalisir kemacetan," kata Boboy, Rabu (6/11).
Dia pun mengkritisi rencana pembangunan cable car atau kereta gantung di kawasan Puncak.
Boboy menilai, kereta gantung lebih cocok sebagai fasilitas tambahan wisata, bukan sebagai solusi untuk mengurai kemacetan.
"Kereta gantung lebih sesuai sebagai fasilitas wisata. Jika tujuannya mengatasi kemacetan, saya rasa itu bukan solusinya," tegasnya.
Sebagai alternatif, Boboy mengusulkan agar pemerintah lebih mempertimbangkan pelebaran jalan utama dan perbaikan jalur alternatif yang ada.
"Pelebaran di jalur utama dan peningkatan jalur alternatif seharusnya menjadi prioritas. Puncak dari Ciawi hingga Puncak Pass, perlu solusi menyeluruh untuk semua jalur ini," tambahnya.
Meski demikian, dia mengakui bahwa kemacetan juga membawa dampak positif bagi warga Puncak, terutama pelaku usaha di sepanjang jalur wisata.
"Kemacetan di jalur utama, yang ramai oleh wisatawan, juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga lokal," akunya.
Boboy juga membandingkan dengan Genting Highlands di Malaysia, yang lebih mudah dikelola karena hanya memiliki satu jalur utama.
"Situasi kita berbeda, dengan banyaknya titik dan kontur wilayah yang beragam. Ini perlu dipikirkan secara matang," ujarnya.
Di sisi lain, Sekretaris PHRI Kabupaten Bogor itu menilai bahwa jalur alternatif di Puncak memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Selain membantu mengurai kemacetan, juga membuka peluang ekonomi bagi warga setempat.
"Kami meminta pemerintah agar lebih profesional dalam menangani kemacetan dan bekerja sama dengan masyarakat untuk mencari solusi terbaik, demi menjadikan Puncak sebagai destinasi wisata yang lancar," tukasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga