RADAR BOGOR - Identitas korban begal di Kampung Nanggerang, Desa Nanggerang, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor terungkap.
Korban bernama Mohamad Hafi (25). Ia diketahui merupakan seorang penjual nasi goreng. "Iya penjual nasi goreng," kata Kapolsek Tajurhalang Iptu Tamar Bekti kepada Radar Bogor Senin (11/11/2024).
Iptu Tamar memaparkan, saat kejadian, korban melintas di Jalan Nanggerang Tajurhalang. Setibanya di lokasi kejadian, motor penjual nasi goreng itu dipepet dan ditendang kawanan begal.
Korban yang menyadari menjadi korban begal, kemudian membuang kunci motor ke semak-semak di sekitar lokasi kejadian.
"Pelaku begal ini kesal, korban buang kunci ke semak-semak. Pelaku lalu melukai korban dengan senjata tajam," katanya kepada Radar Bogor Senin (11/11/2024).
Korban pun berteriak meminta tolong. Teriakan korban membuat salah seorang warga keluar. Kawanan begal itupun kemudian melarikan diri. "Korban dilarikan ke RSUD Cibinong," paparnya.
Pulang Berjualan
Kejadian pembegalan pedagang nasi goreng di Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor terjadi pada Senin (11/11/2024) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB.
Saat itu korban, baru saja menutup lapak warung nasi gorengnya. Korban hendak menuju warung belanja. Korban diduga sudah dibuntuti kawanan pelaku yang jumlahnya dua orang.
Hingga saat ini polisi masih terus melakukan penyelidikan. Polisi sedang melakukan pengejaran terhadap para pelaku begal tersebut.
Marak Aksi Pembacokan
Aksi pembacokan bukan kali pertama terjadi di Kecamatan Tajurhalang. Ketua Markas Pejuang Bogor (MPB) Atiek Yulis mengatakan, sudah beberapa kali terjadi aksi pembacokan di wilayah tempat ia tinggal tersebut.
"Jadi bukan hanya begal, tapi juga marak geng motor," katanya kepada Radar Bogor Senin (11/11/2024).
Kata dia, aksi geng motor juga begal ini sudah kian meresahkan. Para pelaku ini sudah nekat masuk ke kawasan pemukiman. Baik di perumahan ataupun perkampungan. "Sudah masuk ke komplek-komplek juga, sudah sangat meresahkan," tuturnya.
Dengan kondisi ini, kata dia banyak masyarakat yang was-was saat pulang malam. Padahal, kata dia, banyak masyarakat yang terpaksa harus pulang malam lantaran bekerja dan mencari nafkah. Di antaranya korban begal yang merupakan penjual nasi goreng.
"Sekarang warga ketakutan kalau pulang malam. Ketenangan kenyamanan dan keamanan sulit dirasakan," tukasnya. (all)
Editor : Yosep Awaludin