RADAR BOGOR-Hujan baru saja berhenti mengguyur Jalan Raya Kemang -
Parung Bogor Senin (11/11/2024) malam. Jalanan masih basah. Dibeberapa titik terlihat masih ada genangan.
Malam itu jam menunjukan pukul 22.30 WIB. Suasana Jalan Raya Kemang - Parung malam itu terlihat sepi. Tak banyak kendaraan berlalu-lalang. Hanya truk-truk besar yang mendominasi jalan nasional itu.
Namun, tidak untuk di pinggiran Jalan Raya Kemang - Parung Bogor. Khusunya dari arah Parung menuju Salabenda.
Suasana pinggir jalan terlihat ramai. Beberapa sepeda motor berhenti di bahu jalan. Mereka memangil sosok wanita penghuni Jalan Raya Kemang - Parung yang bersembunyi di balik pohon.
Ada empat orang wanita malam itu. Rambutnya panjang semua. Mengenakan celana jeans panjang. Sebagian mengunakan jaket. Setiap ada motor yang menepi, wanita itu keluar.
"Sini om," panggil sosok wanita itu memanggil pengendara motor yang menepi di jalan tersebut.
Radar Bogor melihat ada lima titik. Semuanya di tempat gelap. Mereka berdiri di bawah pohon. Ada juga di bangunan bedeng yang sudah tutup. Sosok wanita tersebut merupakan Wanita Tuna Susila ( WTS) yang mangkal.
Pelaksana tugas (PLT) Kasi Trantib Kecamatan Kemang, Sunarman mengatakan para WTS tersebut merupakan wajah lama. Mereka kerap tertangkap razia. Namun, mereka terpaksa dilepas. Kemudian mangkal kembali.
"Kalau dari pihak Kecamatan Kemang, kami sering melakukan razia. Para WTS itu kami bawa ke kantor kecamatan," katanya kepada Radar Bogor Selasa (12/11/2024).
Ia mengatakan, pihaknya tak bisa berbuat banyak. Mereka hanya bisa mendata para WTS yang terjaring razia. Kemudian memulangkan kembali para WTS tersebut.
"Jadi kami hanya mendata identitas dan memberikan surat penyataan untuk tidak mangkal lagi, kami suruh pulang. Tapi kenyataan banyak yg kembali mangkal lagi," tuturnya.
Ia mengatakan butuh peran dinas sosial dalam penanganan WTS di Jalan Raya Kemang - Parung tersebut. Mengingat Dinsos yang memiliki tempat untuk pembinaan.
"Setiap kami patroli dia (WTS) menghilang kemudian muncul lagi dengan berbagai alesan.. Seharusnya dari dinas sosial juga turut memperhatikan WTS, karena Dinsos yang punya tempat dan wadah pembinaannya," tuturnya.
"Saya berharap dinsos yang turun, kami dari Satpol PP siap mendampingi kegiatannya," tukasnya.(all)
Editor : Yosep Awaludin