Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kisah Gugum Guru Difabel di Bogor yang Jadi Hafidz Quran, Bukti Keterbatasan Bukan Penghalang

Muhamad Rifki Fauzan • Sabtu, 16 November 2024 | 12:27 WIB
Gugum saat memberikan materi pembelajaran kepada para siswa.
Gugum saat memberikan materi pembelajaran kepada para siswa.

RADAR BOGOR - Bergelut dalam dunia pendidikan di Kota Bogor, menjadi jalan Ade Rahmat Gumilar atau yang karib disapa Gugum untuk tetap bisa menebar kebermanfaatan di tengah keterbatasan.

Radar Bogor berkesempatan bertemu dengan Gugum yang membagikan kisah perjuangannya yang sudah menjadi guru sekira enam tahun di MAN 2 Kota Bogor.

Sembari memegang tongkat besi, Gugum menceritakan, awalnya ia sempat ragu untuk bisa mendidik siswa karena keterbatasan penglihatan.

Sebab jangankan ngajar, kata Gugum untuk bisa masuk kelas tanpa nabrak tembok saja suatu hal yang patut disykuri, terlebih sampai bisa menyampaikan materi.

“Benar-benar tidak ada dalam benak fikiran saya,” ujar Gugum saat ditemui Radar Bogor, di depan ruang kelas.

Namun rupanya, Gugum memiliki prinsip hidup yang mengakar sejak kecil, dan termaktub dalam Hadist Riwayat Thabrani, yaitu sebaik-baiknya manusia, adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.

Selama kurang lebih tiga bulan, Gugum terus mencoba meyakinkan diri, sembari sesekali diberi motivasi juga oleh kawan seprofesinya. Akhirnya saat ini ia menjadi sosok yang menginspirasi bagi siswa dan siswi di sekolahnya.

Agar bisa sampai ke sekolah, Gugum menggunakan jasa ojek online (ojol). Begitu juga saat ia pulang menuju rumah selepas mengajar.

“Nah kalau ke kelas, tongkat sama headset ini yang menjadi alat bantu saya untuk bisa melangsungkan kegiatan belajar mengajar,” ujar Gugum sembari menunjukan dua alat tersebut.

Tidak hanya itu, Gugum juga menunjukan alat bantu yang kerap ia gunakan saat mengisi laporan-laporan nilai siswa. Salah satunya teknologi screen reader yang sudah di-setting pada gawai dan laptopnya.

Kisah Gugum tidak berhenti sampai disitu. Saat Radar Bogor terus menggali informasi mengenai sosoknya, ternyata Gugum juga berhasil menghafal 30 juz yang ada di Al Quran.

Kata Gugum, dirinya sudah menghafal Al-Qur'an sejak masih mengenyam pendidikan di perguruan tinggi, percisnya saat duduk di semester 4.

“Alhamdulillah selepas kuliah, saya terus menghafal Quran sampai sekarang sudah beres,” beber Gugum.

Ia mengaku, hafalan Quran itulah yang juga justru membantu dirinya untuk memahami materi pembelajaran. Terlebih anak kedua dari empat bersaudara itu dipercaya untuk ngajar Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)

Gugum mengakui banyak hal-hal yang ia syukuri dari keterbatasannya. Bahkan ia menilai Tuhan sedang melindungi dirinya dari segala macam bentuk perbuatan negatif.

“Misalnya kalau saya bisa lihat, mungkin saja sebagai laki-laki normal mata ini, jelalatan lihat lawan jenis, tapi dengan nikmat ini, rupanya Tuhan melindungi saya,” tutur Gugum.

Diakhir obrolannya dengan Radar Bogor, Gugum sempat mengungkapkan beberapa targetnya kedepan. Salah satunya melanjutkan pendidikannya hingga jenjang S3.

“Saya yakin, Tuhan pasti selalu memberikan jalan, bagi hambanya yang mau berusaha,” pungkasnya. 

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#bogor #MAN 2 Kota Bogor #gugum #guru difabel