RADAR BOGOR - Target pemilih pemula di Kota Bogor yang mencapai 12.840 orang kini hampir rampung. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil atau Disdukcapil sudah melakukan perekaman sekitar 80 persen.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil atau Disdukcapil Kota Bogor Ganjar Gunawan mengatakan, usaha perekaman pemilih pemula yang mereka lakukan selama ini mulai berbuah hasil. Dari 12.840 pemilih pemula sudah ada 9.625 orang yang melakukan perekaman e-KTP.
"Disdukcapil Kota Bogor sudah melakukan perekaman pemilih pemula, dengan jemput bola sehari-hari sore malam dan sebagainya, kurang lebih per hari ini di kisaran 9.625 ribuan," katanya, Kamis (22/11/2024).
Kemudian tersisa 3.215 pemilih pemula yang belum merekam. Namun Ganjar menyebut hasil validasi lapangan sekitar 930-an merupakan anak yang menempuh pendidikan di luar Kota Bogor.
"Jadi per hari ini praktis yang sedang kita kejar adalah kurang lebih tinggal 2 ribuan pemilik yang akan kita tuntaskan," sebutnya.
Untuk mengejar target sisa ini mereka akan terus melakukan perekaman e-KTP bahkan sampai hari H pencoblosan. Mereka akan stand by untuk merekam di 27 November nanti agar seluruh pemilih pemula bisa menggunakan hak pilihnya.
"Jadi dalam 5 hari ke depan, termasuk pas hari H, tanggal 27 Maret, kita stand by. Jadi dari 1 juta setengah data secara nasional, kita hanya sisa 2 ribuan untuk pemilih pemula," jelasnya.
Sebelumnya, Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kota Bogor Kristina Indah Dwi Prasetyowati mengatakan program layanan perekaman KTP elektronik (KTP-e) sore-malam jadi cara mengejar target pemilih.
Pelayanan ini dibuka mulai dari 16.00-21.00 WIB malam di seluruh kelurahan dan kecamatan secara bergilir.
"Layanan Sore-Malam ini sudah dibuka sejak Agustus lalu. Dalam sehari kami mendatangi 2 kelurahan," ujarnya beberapa waktu lalu.
Layanan Sore-Malam ini pun diklaim memberikan kemudahan waktu untuk pemih pemula khusunya pelajar. Selain itu juga berguna mendekatkan jangkauan pemilih pemula untuk merekam e-KTP.
"Pelayanan ini akan memberikan kemudahan bagi pelajar terkait waktu. Saat pagi mereka tidak bisa karena harus masuk sekolah," katanya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga