Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Mendorong Wirausaha Pertanian Perkotaan, Anggota DPR RI Komisi IV Endang Thohari Gelar Bimtek di Kota Bogor

Yosep Awaludin • Sabtu, 23 November 2024 | 18:12 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Gerindra, Endang Setyawati Thohari menggelar bimtek di Tefa Cafe SKI Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, pada Sabtu (23/11/2024).
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Gerindra, Endang Setyawati Thohari menggelar bimtek di Tefa Cafe SKI Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, pada Sabtu (23/11/2024).

RADAR BOGOR - Dalam upaya meningkatkan semangat wirausaha di kalangan generasi muda, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Gerindra, Endang Setyawati Thohari, menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) di Kota Bogor.

Bimtek bertajuk "Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Pertanian Perkotaan" itu berlangsung di Tefa Cafe SKI Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, pada Sabtu (23/11/2024).

Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari Kelompok Wanita Tani (KWT), Kelompok Tani Dewasa (KTD), UMKM, dan generasi milenial di Kota Bogor.

Dalam sesi tersebut, Endang memberikan tutorial praktis tentang pengembangan usaha pertanian di lingkungan perkotaan.

"Saya ingin memberikan semangat dan motivasi kepada generasi muda, yang saat ini cenderung memilih makanan impor, seperti ramen dari luar negeri. Kita harus ingat bahwa impor gandum dapat menggeser potensi lokal kita, contohnya belitung yang pernah saya buat untuk teman steak," ujar Endang, kepada kitaindonesiasatu.com.

Photo
Photo

Ia menambahkan, kurangnya semangat berkreasi di kalangan generasi muda menyebabkan mereka lebih memilih makanan cepat saji dari luar negeri atau western food, yang mengabaikan potensi kuliner lokal.

"Indonesia memiliki banyak potensi lokal, seperti mendoan dari Purwokerto yang seharusnya lebih dikenal, bukan dianggap berasal dari Jepang. Hal ini terjadi karena brand image-nya tidak pernah disosialisasikan," tegasnya.

Endang menekankan perlunya dukungan politik yang kuat untuk mempromosikan produk lokal.

"Kami harus memiliki strategi yang jelas untuk membangun citra yang baik. Misalnya, setiap penerbangan dari Yogyakarta atau daerah lain seharusnya menyajikan makanan khas, bukan hanya roti. Bakpia dan surabi solo juga enak dan layak diperkenalkan," jelasnya.

Ia juga memaparkan pengalamannya mendirikan KWT di Katulampa, yang telah berhasil terkontrol dengan baik, meskipun masih ada tantangan dalam pengembangan KWT lainnya.

"Kita perlu mengusulkan agar souvenir saat hari raya berasal dari hasil KWT. Sayangnya, Kementerian Pertanian belum memperbaiki hilir dari hasil pertanian yang sering kali tidak terjaga kualitasnya," tambahnya.

Endang menekankan pentingnya edukasi melalui Bimtek seperti ini untuk meningkatkan kesadaran dan sosialisasi.

"Anak-anak sudah mulai terlibat dalam ekonomi kreatif, tetapi jika tidak ada yang membeli, usaha tersebut akan sia-sia. Kita harus fokus pada ekspor dan memperkuat dukungan politik," pungkasnya.

Dengan inisiatif ini, Endang berharap dapat mendorong lebih banyak generasi muda untuk terlibat dalam usaha pertanian dan mengembangkan potensi lokal yang ada di Indonesia.(***)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #Endang Setyawati #bimtek