Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Menilik Tugu Dua Abad: Jejak Sejarah dan Penanda Perjalanan 200 Tahun Kebun Raya Bogor

Fadil Ma'ruf • Senin, 25 November 2024 | 13:18 WIB

Monumen di Kebun Raya Bogor.
Monumen di Kebun Raya Bogor.

RADAR BOGOR - Tugu Dua Abad Kebun Raya Bogor menandai perjalanan kebun botani besar di Kota Hujan yang mencapai 200 tahun.

Kebun Raya Bogor merupakan sebuah taman botani yang telah menjadi ikon nasional dan Internasional, kini telah memasuki usianya yang ke-207. 

Berdiri sejak tahun 1817, Kebun Raya Bogor didirikan oleh ahli botani Belanda, C.G.K. Reinwardt, dengan tujuan sebagai pusat penelitian dan konservasi tanaman tropis di Asia Tenggara. 

Baca Juga: Kisah Toko Roti Legendaris Tan Ek Tjoan: Warisan Kuliner dari Kota Bogor yang Ada Sejak Zaman Belanda

Tugu Dua Abad terletak tak jauh dari kolam teratai di kawasan ini menjadi tanda peringatan dan penghormatan bagi kebun raya yang menjadi kebanggaan Indonesia.

Monumen dua abad ini dibangun sebagai simbol peringatan 200 tahun berdirinya Kebun Raya Bogor pada 18 Mei 2017. 

Monumen ini diprakarsai oleh Megawati Soekarnoputri, Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia dalam acara besar yang juga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo ketika itu. 

Baca Juga: Kisah Toko Mega Segar: Fashion Legendaris di Bogor yang Bertahan Sejak Zaman Jepang dan Sejarah di Balik Atap Anyaman Bambu

Serangkaian kegiatan meriah seperti pameran botani hingga lomba karya dua abad turut memeriahkan peringatan ini.

Kebun Raya Bogor memiliki sejarah panjang sebagai kebun botani pertama di Asia Tenggara. Berkat inisiatif C.G.K. Reinwardt, kebun raya ini didirikan sebagai pusat penelitian tumbuhan langka dan unik. 

Salah satu tanaman yang berhasil dibudidayakan di sini adalah bunga Rafflesia arnoldii, bunga terbesar di dunia yang sulit berkembang di luar habitat aslinya.

Baca Juga: Misteri Segitiga Bermuda di Bogor: Mengungkap Kisah Mistis Antara Gunung Salak, Gunung Halimun, dan Warisan Spiritual Kerajaan Pajajaran

Keberhasilan Kebun Raya Bogor dalam membudidayakan bunga Raflesia Arnoldi merupakan kebanggaan tersendiri bagi Indonesia. 

Bunga ini, yang terkenal sebagai bunga raksasa, pertama kali ditemukan di hutan Bengkulu pada tahun 1819 oleh Dr. Joseph Arnold dalam sebuah ekspedisi yang dipimpin oleh Thomas Stamford Raffles. 

Nama Rafflesia diambil dari nama sang pemimpin ekspedisi, sebagai penghormatan atas temuan monumental ini.

Bunga Rafflesia arnoldii sangat unik karena tidak memiliki akar, batang, atau daun, melainkan hidup dengan mengandalkan inangnya, yaitu tanaman merambat dari genus Tetrastigma. 

Tumbuhan ini juga menghasilkan aroma busuk seperti bangkai yang berguna untuk menarik serangga seperti lalat dan semut sebagai penyerbuknya. 

Baca Juga: Kisah di Balik Perjuangan Tukang Cat Duco Kramat, Tempat Body Repair Mobil Legendaris di Jakarta

Keberadaan bunga ini sangat langka, karena bunga Rafflesia hanya mekar sekitar satu minggu, dan habitatnya terus terancam oleh deforestasi dan eksploitasi hutan untuk industri kayu.

Sebagai taman botani berusia dua abad, Kebun Raya Bogor memiliki tanggung jawab besar dalam melestarikan flora Indonesia yang terancam punah. 

Upaya konservasi bunga Rafflesia dan tanaman lainnya menjadi bukti komitmen Kebun Raya Bogor dalam menjaga kekayaan alam nusantara. 

Meskipun habitat asli tanaman seperti Rafflesia semakin berkurang, Kebun Raya Bogor terus berinovasi dan memperluas peranannya dalam pelestarian alam serta edukasi lingkungan kepada masyarakat.

Baca Juga: Laga Timnas Indonesia vs Myanmar Kapan? Simak Jadwal Skuad Garuda di Grup B Piala AFF 2024

Kini, sebagai salah satu situs wisata, penelitian, dan konservasi paling bersejarah di Indonesia, Kebun Raya Bogor terus menarik perhatian pengunjung baik lokal maupun internasional. 

Monumen dua abadnya mengingatkan kita akan pentingnya merawat alam dan melestarikan warisan botani Indonesia untuk generasi mendatang.

Bagi yang ingin melihat keindahan dan kekayaan flora tropis Indonesia, Kebun Raya Bogor adalah destinasi yang tak boleh dilewatkan. 

Selain sebagai tempat wisata alam, Kebun Raya Bogor juga merupakan lokasi yang tepat untuk belajar tentang flora, sejarah botani Indonesia, dan keanekaragaman hayati.

Jika Anda ke sini jangan lupa untuk mengunjungi monumen dua abad dan berfoto di sekitar kolam teratai yang indah. 

Rasakan nuansa sejarah, keajaiban flora, dan bangga menjadi bagian dari bangsa yang kaya akan keanekaragaman hayati.

 

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#Tugu Dua Abad #kebun raya bogor #kisah #sejarah