RADAR BOGOR - Perselisihan akibat sengketa lahan dua perusahaan, antara PT Tata dan PT Mentari Bersahabat Indonesia di Sekolah Widya Kusuma Bogor, membuat pihak sekolah melakukan proses belajar secara daring.
Camat Cileungsi Adi Henryana mengungkap, dampak sengketa lahan antara 2 perusahaan di Cileungsi Bogor itu, memang dirasakan Sekolah Widya Kusuma.
Adi menyebut, sengketa lahan yang terjadi antar 2 perusahaan di Cileungsi Bogor pada pagi tadi juga, mengakibatkan para anak didik Sekolah Widya Kusuma tidak melakukan proses belajar di momentum Hari Guru Nasional.
"Memang tadi anak tidak belajar, pulang ke rumah masing-masing. Tetapi besok dari pihak sekolah mau bersurat ke Dinas Pendidikan untuk bisa belajar daring di Rumah kan dulu sementara secara online," ungkapnya. Senin (25/11/24)
Karena, kata dia, untuk saat ini proses pembelajaran anak di gedung sekolah tersebut kondisinya masih belum memungkinkan.
Adi juga menyampaikan, belum diketahui pasti hingga sampai kapan para siswa belajar secara daring atau dirumahkan.
"Ya, kan jadi untuk mengamankan anak-anak supaya agar bisa melangsungkan sekolah agar pelajarannya tersampaikan sambil menunggu proses mediasi," jelasnya.
Namun begitu, Adi berharap mediasi ini agar dapat segera diselesaikan, dan para siswa bisa kembali mengikuti pembelajaran secara offline atau tatap muka.
"Mudah-mudahan mediasinya cepat, sehingga anak-anak bisa bersekolah kembali sambil kita pun juga serang bernegosiasi meminta kepada pihak yang bersengketa yaitu tadi untuk mengedepankan anak-anak dulu supaya bisa belajar," paparnya.
Adi pun tak menampik bahwa, mereka kedua PT silahkan bersengketa, namun dirinya meminta sengketa seharusnya jangan sampai terdampak kepada anak sekolah.
"Mereka silahkan bersengketa mau di pengadilan mau dimanapun, tapi jangan korban kan anak-anak," tegasnya.
Begitupun, kata Adi, selama ini Yayasan pemilik sekolah itu belum memberikan informasi sepenuhnya tentang sengketa saat ini, tetapi ketika saat bersengketa pihak PT Tata meminta bantuan ke pihak Kecamatan.
"Saya Insya Allah akan sampaikan ke Pihak Mentari, sampai saat ini masih menunggu kabar dari pihak Mentari. Apakah gembok nya bisa dibuka atau tidak, tapi tadi antisipasi kalau Mentari tidak mengizinkan sekolah itu tetap di gembok solusi nya anak-anak belajar daring dulu," tandasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga