RADAR BOGOR - Camat Bogor Timur, Feby Darmawan meluncurkan program inovasi terbarunya yakni sa-Kampung Sabilulungan di Kantor Kelurahan Katulampa pada Selasa (26/11/2024).
Feby menjelaskan, program ini untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem yang ada di wilayahnya yakni Kecamatan Bogor Timur.
Upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Bogor Timur itu dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pengusaha, pihak swasta, dan masyarakat.
Keluarga dengan kemiskinan ekstrem akan diintervensi melalui penyaluran bantuan sesuai kebutuhannya masing-masing. Bantuan tersebut didapat melalui CSR yang diperoleh dari hasil kolaborasi yang terjalin itu.
"Bantuan yang diberikan antara lain bantuan pangan non tunai, bantuan usaha mikro kecil, bantuan sosial berupa uang tunai, Program Keluarga Harapan (PKH), sembako, bantuan prakerja, Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta bantuan sosial untuk penanganan stunting," bebernya.
Tak hanya itu, warga penerima manfaat juga difasilitasi dengan berbagai kegiatan pelatihan dan pemberdayaan sehingga memiliki pekerjaan serta penghasilan.
Mereka mendapat pelatihan pembuatan tas laptop, card holder, dompet, pemberdayaan pengolahan sampah berupa pembuatan lilin aroma terapi dan keset dari kain.
Selain itu warga juga diberikan kompetensi menjahit sehingga dapat memproduksi daster, baju, dan celana, serta mendapat penghasilan tambahan dari program padat karya.
Program sa-Kampung Sabilulungan ini direncanakan Feby bisa mengentaskan kemiskinan ekstrem secara bertahap di Bogor Timur.
Pada tahap awal ini dirinya mengimplementasikan program tersebut pada 58 keluarga yang tergolong dalam miskin ekstrem di RW 4 dan 5 Kelurahan Katulampa.
Untuk jangka menengahnya, Feby menargetkan program ini bisa mengintervensi kemiskinan di 3 kelurahan di wilayah Bogor Timur.
Sedangkan untuk jangka panjang ia menargetkan terdapat 6 kelurahan yang akan terbebas dari kemiskinan ekstrem.
Berdasarkan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dalam SK Wali Kota 2023 ada 1363 keluarga yang mengalami miskin ekstrem.
"Namun per Oktober 2024 setelah diverifikasi dan validasi ternyata sudah berkurang 120 keluarga, dengan begitu sisanya ada 1233 keluarga miskin ekstrem," terang Feby.
Ia berharap program sa-Kampung Sabilulungan bisa mengintervensi seluruh keluarga miskin ekstrem tersebut.
Pj Wali Kota Bogor, Hery Antasari mengapresiasi langkah Camat Bogor Timur Feby meluncurkan program tersebut.
Ia juga berterima kasih atas upaya Feby yang telah menggandeng banyak pihak untuk berkolaborasi menangani masalah miskin ekstrem.
"Program ini semakin membuktikan terjalinnya kerja sama pentahelix yang baik di Kota Bogor. Semoga program ini bisa memperkuat ekonomi masyarakat lewat pemberdayaan yang dihadirkan," ucap dia. (fat)
Editor : Yosep Awaludin