RADAR BOGOR - Sebagai wujud dalam mendukung perkembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di sektor industri makanan halal, tim dosen dari Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor memperkenalkan inovasi baru berupa Halal Food Trust.
Sistem informasi ini dirancang untuk membantu pelaku UKM mengelola persediaan bahan baku halal secara lebih efisien dan terpercaya.
Salah satu dosen penggagas sistem Aditia Ginantaka yang kini sedang menempuh program Doktor di Teknik Industri, Universitas Indonesia Aditia Ginantaka menjelaskan bahwa Halal Food Trust hadir sebagai solusi bagi UKM dalam memastikan ketertelusuran (traceability) dan kehalalan bahan baku yang mereka gunakan.
“Banyak UKM makanan halal menghadapi tantangan dalam memantau persediaan bahan baku, terutama untuk memastikan bahwa semua bahan yang digunakan sesuai dengan standar halal yang ditetapkan," kata Aditia Ginantaka yang juga merupakan Awardee Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) tahun 2024 dari Kemendikbudristek.
Menurut dia, sistem ini membantu mereka mencatat, memonitor, dan mengelola bahan secara sistematis, serta mampu mengintegrasikan data pembelian bahan yang dibeli dari pemasok di e-commerce.
Sistem ini dilengkapi dengan fitur yang memungkinkan pengguna mencatat asal bahan baku, jumlah persediaan, serta status sertifikasi halal setiap bahan.
Selain itu, Halal Food Trust juga memberikan visualisasi jika stok mendekati batas minimum atau jika sertifikat halal suatu bahan perlu diperbarui.
Peluncuran sistem ini disambut positif oleh para pelaku UKM Binaan dari Program Studi Teknologi Industri Pertanian.
Menurut salah satu Pelaku UKM, Rini, Halal Food Trust memberikan kemudahan dalam mengelola persediaan dan pendataan bahan baku serta penggunaan bahan baku saat produksi.
“Dengan adanya sistem ini, saya lebih percaya diri untuk memasarkan produk ke konsumen, karena semua proses terpantau dan terdokumentasi dengan baik,” ujarnya.
Ke depan, tim dosen UNIDA Bogor berharap Halal Food Trust dapat diadopsi oleh lebih banyak pelaku usaha di Indonesia, sehingga industri makanan halal nasional semakin kompetitif di pasar global.
Inovasi ini juga diharapkan dapat mendukung pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia.(ded)
Editor : Dede Supriadi